“Menatap mata malaikat”

(terjemahan dari “Looking at the angel eyes”)

Pagi selalu memberiku semangat untuk melakukan tugasku. Aku menjadi segar saat aku berjalan di pagi hari dan bersyukur atas anugerah ini.

Aku pikir, aku merasakan keajaiban di setiap pagi, pagi yang selalu berbeda, Kita selalu memiliki banyak harapan di setiap pagi. Mulai dari bangun tidur saat oksigen dihirup melewati otak kita. Hal itu yang menciptakan reaksi dan juga kreasi unik dalam berpikir. Khususnya saat aku melihat mata itu yang bersinar kala mereka bertatap muka dengan ku atau menjadi semangat akan sesuatu. “Mata adalah cerminan jiwa kita.”

Beberapa hal yang aku temukan dari “mata malaikat” :

  • Kejujuran ; setiap kali aku melihat mata mereka, seolah seperti mata seorang malaikat. Begitu tulus, murni dan jujur. Aku merasakan hal-hal ajaib terjadi tiba-tiba. Ketika aku mendengar mereka sedang membicarakan tentang dunianya, mereka bercerita begitu jujur dengan senyum lebarnya.  Kebanyakan orang dewasa tidak mudah berkata jujur dan kadang penuh kepalsuan. Saat mereka tidak merasa sehat, mereka bilang, “saya baik-baik saja”. Saat mereka sedang murung, mereka bilang, “saya bahagia”. Saat mereka gundah, mereka bilang, “saya yakin”.
  • Penghargaan ; setiap kali mereka memanggil namaku “sis B”, aku merasa tersanjung. Mungkin karena saya seorang yang sensitif atau ini adalah anugerah agar tetap merasa senang menjalani hari. Perasaan – perasaan lain hadir ketika aku bertemu mereka dan mereka langsung mengambil tangan kananku dan menciumnya dengan tulus. Aku pikir, apakah aku seberharga itu untuk dihormati? Mungkin mereka memiliki kebiasaan baik menghormati orang yang lebih tua dengan mencium tangannya. Hal itu merupakan tradisi kita sebagai orang Indonesia. Kebanyakan orang ingin merasa dihargai walau tak jelas apa kontribusinya. Sibuk mencari penghargaan tetapi dirinya tak mau menghargai orang lain.

  • Kejutan ; selalu ada peristiwa yang mengejutkan ketika aku sedang mengajar mereka. Tanpa diduga mereka member komentar terhadap sesuatu yang kita bicarakan hamper di setiap bahasan dengan sudut pandang mereka masing –  masing yang bisa membuat kami tertawa. Komentar – komentar lucu yang tak pernah terpikirkan dalam benakku. Itu sangat menghiburku. Kadang aku balas mereka dengan sedikit canda. Kejutan kecil kadang dapat membuatmu tersenyum dan menceriakanmu sepanjang hari. Aku kadang meberi mereka hadiah selain “dolar mainan”. Aku pernah memeberikan beberapa permen pada mereka agar membuat kelas lebih menyenangkan untuk sebuah permainan yang kami lakukan. Aku senang, hadiah kecil itu membuat mereka lebih bahagia dan mendorong mereka untuk lebih rajin mempelajari bahasa Inggris. Orang – orang dewasa selalu ingin mendapat kejutan atau hadiah dari orang lain. Aku pikir, mereka harus mencoba memberi sesuatu pada orang lain, walau itu kecil tetapi ketulusan kita saat memberikannya, itu yang ‘mengisi’ hati kita.
  • Kritik ; kebanyakan dari “teman – teman kecilku” tak ragu mengatakan sesuatu yang mereka tidak setujui, member ide – ide untuk bermain dan belajar sportif jika mereka tak mendapatkan hadiah. Banyak orang tak menerima kritikan, lebih sering mengkritik orang lain karena kritikan itu dapat membuat seseorang marah. Di sisi lain, kritikan dapat membuat seseorang lebih maju jika dia bercermin pada dirinya sendiri. Kritikan ‘pedas’ itu menyakitkan tetapi jika kita mendengarnya dengan hati yang lapang dan pikiran yang terbuka maka kita akan mampu memperbaikinya.
  • Kesabaran ; Dari hari ke hari kesabaranku dilatih oleh sikap mereka (teman-teman kecilku). Setiap perasaan yang kita miliki harus dilatih. Aku harus lebih sabar menghadapi mereka karena mereka bagai mutiara yang harus kita perlakukan dengan hati – hati.”

“Kesabaran adalah kunci kebahagiaan”

Seandainya aku memiliki mata jujur itu… mata malaikat,

mereka selalu berkata jujur tanpa disakiti karena malaikat selalu bersama mereka…

tapi pada kenyataannya kita akan dilukai jika kita berkata benar

Hanya seorang bijak yang memiliki mata suci itu

“Mata malaikat tak pernah berkata bohong, mata kita selalu melihat

kebohongan tetapi tak pernah ada kata terucap”

“Cobalah untuk jujur pada sesuatu sebelum kamu mati atau

kamu akan merasakan hatimu kering”

Semoga hati mereka akan mempesona orangtuanya dalam menghadapi masa depan mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s