“Sesuatu tentang cinta”

(saat mendengarkan radio, 21 Feb 2011, 08:24 pm)

Tulisan ini hanya membagi sekelumit tentang cinta dari sebuah lagu, berikut syair lagunya…

Every night it’s all the same

You’re frozen by the phone waiting, something’s changed

You blame yourself every day, you do it again, every night…

There’s somethin’ ‘bout love that breaks your heart, , whoa ooo… it sets you free….

Somethin’ ‘bout love that tears u up, whoa ooo… you still believe….

when the world falls down like rain, it’ll bring you to your knees

there’s somethin’ ‘bout love that breaks your heart, but don’t give up…….

When you were and scared in the night

Waiting for love to come along and make it right

Your day would come the past was gone so take your time

Live your little live?

Don’t fight, don’t hide those stars in your eyes

Let them shine tonight, let them shine tonight

Hang on hang near for the ride of your life

It’s gonna be all right, hold on tight

(david archuletta “something ’bout love”)


Saya sedang menyukai lagu ini, awalnya karena beat nya yang riang, sesuai dengan suasana hati saya, dan tentu saja penyanyinya adalah my guilty pleasure. Tapi mungkin menyukai seseorang karena sesuatu yang ia nyanyikan tak apa, bukan sebuah dosa besar selama hal itu tak berlebihan. Setelah saya dengarkan lagi dan lagi, lagu ini liriknya memberi sikap positif tentang cinta dalam diri seseorang.

Ya…jika kita ingin memperoleh cinta dari seseorang, jangan pernah ada kata menyerah karena di sanalah ketulusan kita diuji. Seperti saat kita menginginkan sebuah benda yang telah lama kita idamkan, memerlukan perjuangan untuk memperolehnya. Tenaga dan waktu kita curahkan, seringkali materi pun menjadi suatu pendukungnya, tetapi karena kita sangat jatuh cinta pada benda itu, apapun akan kita lakukan untuk mendapatkannya.

Ketika kita menyukai seseorang, beranikan diri kita untuk mengatakan rasa itu padanya walau nanti mungkin akan ada reaksi yang kurang mengenakkan darinya,tak apa, kita harus terima. Yang penting adalah kita telah menumpahkan segala yang membuat sesak di dada, terengah karena rasa gundah pada cinta selalu tanda tanya. Langkah awal ini adalah sebuah pelajaran pertama dalam kamus cinta manapun.

“Tanpa ada kata, dia tak kan tahu… walau sikap dan tatap mata lebih berbicara banyak.”

Kita mungkin pernah merasa sendirian dan semakin terasa kesendirian itu kala kita memikirkannya terus menerus. Yang harus kita lakukan adalah mencari sesuatu yang dapat mengalihkan rasa sepi tadi. Banyak cara yang bisa kita pilih, tentu saja kita harus pandai melihat pilihan apa yang akan diambil. Bisa saja mulai dari hobi kita karena hobi itulah yang membuat kita merasa “ini gua banget!”, lakukan saja tanpa harus berpikir berlama-lama. Mungkin sekedar bertemu teman lama juga bisa menjadi alternatif yang mudah. Proses ini lambat laun akan mengembalikan rasa percaya diri kita untuk melangkah lagi dan mencoba lagi.

Kadang kita juga perlu menyendiri beberapa saat untuk sebuah renungan. Tanya pada hati kita, apa tujuan kita mendapatkan seseorang, kenapa kita menginginkannya. Dari sana kita akan mengerti bagaimana memperlakukan ‘orang yang kita maui’ karena sebuah tujuan yang pasti. Sugesti pada diri sendiri itu akan sangat ampuh bagi langkah dan sikap kita pada seseorang.

Perkenalan, pertemuan kedua, menjadi sering bersama itu adalah beberapa episode yang harus kita nikmati karena untuk menemukan cinta itu terkadang seperti “menyusun puzzle yang lumayan rumit hingga pada suatu saat yang dinantikan, satu potongan puzzle terpasang dan membuat puzzle rumit itu lengkap terlihat jelas. Betapa lega dan bahagianya perasaan ini jika saat seperti itu tiba, setelah berhari-hari atau berminggu-minggu lamanya, mungkin bertahun-tahun menata hati kita untuk sebuah ketulusan cinta. Cinta itu kadang butuh waktu untuk saling memahami satu sama lain, butuh kesabaran untuk saling mengerti, butuh materi untuk pembuktian nyata, butuh sentuhan untuk sebuah perhatian juga tatapan mata walau tak ada sepatah katapun yang terucap. Mencari seseorang yang cocok dan ideal menurut kita itu tak aka nada, yang ada adalah kita yang mau mencocokan diri dengannya.

Tak banyak orang yang berpikiran seperti ini karena mereka cenderung idealis,  egois dan apatis. Jika salah satu saja dari tiga hal itu yang lebih dominan muncul dalam dirinya, maka sang waktu tak akan berkompromi dengannya.

Menjadi idealis itu boleh saja, tetapi seorang manusia itu pasti memiliki kekurangan yang pada umumnya tak dapat kita ketahui di saat pertama kita mengenalnya. Memiliki kriteria tertentu dalam memilih pasangan itu boleh saja, tetapi seringkali terlalu banyak kriteria yang ada dalam daftar catatan kita itu justru menambah kesulitan untuk menerima apa adanya dia.

Egois adalah sifat manusia yang paling sulit dihilangkan. Kebanyakan dari diri kita ingin selalu ada pengakuan dan keras pada kemauan dan obesisi kita sendiri. Perlu latihan yang cukup lama untuk bisa sampai pada tahap keegoisan kita itu normal. Cara berpikir dan tingkat kesabaran kita, itu dua hal yang erat kaitannya dengan sifat egois ini. Dalam sebuah hubungan yang kita jalani akan dapat membuat kita lebih dewasa, saling memahami keinginan dan menghormati sebuah keputusan.

Sikap apatis ini cenderung mengarah pada rasa pesimis. Terkadang mereka yang belum berpengalaman dalam menjalin sebuah hubungan bersikap seperti ini. Belum memulai langkah sudah merasa tak yakin bahkan memilih mundur sebelum maju melangkah. Berpikir negative dan terlalu dihantui rasa takut ini dan itu. Perlu seseorang yang dapat membuat tipe seorang apatis ini supaya lebih yakin dan percaya pada dirinya. Menanamkan pada diri bahwa setiap orang itu dianugerahi kelebihan dan kekurangan, selanjutnya tinggal bagaimana dia yakin akan kelebihannya dan mengkaji kekurangannya untuk lebih berani menghadapi seseorang dan mengatakan padanya bahwa dia menyukainya.

Jika kita pernah mengalami patah hati sekali saja atau seringkali, jadikan itu sebagai ajang ‘balas dendam’ kita. Bukan pada orang yang mencampakkan kita tetapi pada diri kita, artinya saya tidak akan mengulangi kesalahan saya untuk kesekian kalinya, juga tidak terlalu menyalahkan orang yang telah meninggalkan kita. Semuanya adalah jalan pembelajaran bagi diri kita untuk lebih mengasah rasa – rasa dalam hati dan jiwa yang akan membantu raga kita lebih sehat dengan pancaran wajah nan cerah. Karena cinta diyakini dan telah teruji dapat membuat kita lebih bahagia dan lebih sehat daripada sebelumnya.

Sesuatu tentang cinta akan membuat hancur hatimu dan membebaskan hatimu.

Sesuatu tentang cinta, masih ku yakini

bumi seperti hancur bagai hamburan hujan, hingga membuat mu terpuruk

bertahanlah untuk sebuah perjalanan dalam hidupmu

Ssuatu tentang cinta membuat hatimu sempurna, jangan pernah menyerah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s