“Hei, mendung!”

Hei…mendung!

Gantian dong …

aku yang di luar sana

Kamu yang di sini,

di ruangku yang  beku

Terpaku  kaku …

Biar di luar sana dingin,

tapi kan ada angin yang nyenengin …

Bisa menyungging senyum terkulum

Bisa buat wajah memerah

Aku sedang mendung … terkurung …

Tetapkah aku di relungmu ?

Kau masih di relungku

(28/12/2009, 11:30 wib, di ruang kerja sambil melihat ke jendela yg berjeruji, menatap mendung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s