“Jendela Bis Kota “

tetesan hujan hadir

aku ingat saat hatiku berasa demikian getir

bagai disambar petir
tapi aku adalah hujan

basah seperti tangis yg dulu

saat memandang keluar jendela

meski kemarau,

aku tetap hujan

meski galau, aku rindu hujan
terimakasih pada Maha Pencipta… Pemberi hujan

aku  lebih bisa memaknai hidup dan kasih sayang

saat menatap hujanMu di jendela bis kota

dan di jendela hatiku

2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s