“toples”

Sebuah wadah yang terbuat dari kaca atau plastik dengan bagian atasnya yang dapat dibuka dan ditutup. Asal katanya “topless” (=bagian atas terbuka). Semua wadah untuk kue disebut toples. Fungsinya mewadahi kue atau makanan dan kadang dipakai juga sebagai pajangan.

Hal yang paling kita sukai adalah melihat toples itu terisi penuh oleh makanan dengan tutup dan desainnya yang cantik. Di hari-hari spesial selalu menjadi suatu keharusan. Perhatikan apa yang terjadi jika makanan sejenis kue – kue kering atau apa saja yang menggugah selera itu ada di dalam toples, lambat laun isinya berkurang karena dinikmati oleh orang yang melihatnya. Begitu pun yang ada dalam diri kita, jika hati ini diisi oleh hal-hal yang baik maka apa – apa yang kita ‘keluarkan’ dalam artian ‘perkataan dan sikap’, akan disukai oleh orang lain yang melihatnya atau jika sedang berada di dekatnya.

Yang membuat kita agak hampa adalah saat toples itu kosong. Begitupun dengan hati ini, saat tak ada isinya, yang terasa adalah kehampaan. Tak ada hal – hal yang istimewa atau hal lezat dan menggiurkan yang mengisi hati ini. Kegiatan membersihkan toples menjadi satu pilihan tepat data dia kosong. Kadang kehampaan menjadikan kita sedikit merenung kemudian membersihkan segala “remah perasaan” yang masih tersisa  dalam hati. Toples yang telah bersih akan selalu siap menerima berbagai jenis kue, seperti hati ini yang siap menerima masukan apapun dari manapun.

Bahan toples ada yang terbuat dari kaca dan plastik. Hati ini mungkin bukan terbuat dari kaca atau plastik tapi terkadang sifat hati kita ini seperti toples. Kadang kuat, tahan banting, tahan panas, tertutup sangat rapat hingga makanan tak tumpah sedikitpun. Hati menjadi kuat karena pertahanan dalam diri dan kemauan yang keras telah tertanam dalam. Segala hal yang mengganjal kadang tersimpan rapi tanpa ada yang mengetahui atau berusaha membongkarnya. Sifat hati kadang seperti toples plastik yang bertanda angka 1 berikut tanda ‘microwave safe’. Saat kita merasa kuat dan keyakinan kita besar, maka ‘hati plastik food grade’ ini tidak mudah rusak karena panas atau dingin.

Kaca itu rapuh, dengan tanda ‘fragile’ di kardusnya, harus penuh kehati-hatian kala kita membawanya. Dia juga mudah tergores, kala terjatuh kan hancur berkeping-keping. Kala hati ini terguncang, kadang akan terasa sakit seperti tergores kemudian retak. Memerlukan waktu lama untuk memperbaiki keretakan itu. Perlu ketelitian dan lem super untuk merekatkannya kembali utuh.

Tampilan toples yang unik mewakili sifat hati manusia yang unik. Hati mereka beragam dengan karakternya masing – masing. Ada yang berkarakter emas, silver, warna-warna ceria, atau warna netral. Jika digunakan sebagai pajangan, mereka membawa kesan – kesan tersendiri yang dapat memperindah suasana ruangan. Begitupun karakter setiap orang yang kita temui di sebuah suasana, bukan sekedar pajangan., kesan dari toples permen penampilan luarnya sudah membuat orang lain tertarik untuk mendekat dan setelah mengenalnya, memang benar seperti kesan pertama. Dia berkarakter ceria dan komunikatif seperti isi toples itu. Permen dengan berbagai rasa, kita boleh memilih rasa apa saja yang kita mau. Dia pun akan lumer dan mengikuti perbincangan yang kita lontarkan. Sungguh menyenangkan berada di dekat orang ini. Teman ngobrol yang membuat kita mengerti bahwa hidup ini memiliki sisi ceria.

Toples kaca yang isinya kue lebaran,hmmm… begitu menggoda dan ramah semenjak pertemuan pertama, apalagi hari itu hari istimewa. Desain cantiknya membuatnya jadi pusat perhatian. Di balik gemerlap hiasan tutupnya, tersimpan tanya, “apakah isi toples  itu enak?” Setelah menyapanya, membuka tutupnya, menggigitnya, merasakannya, “kok hambar?! Kok apek ya…” Saat seperti ini yang membuat kita belajar bahwa tampak luar terkadang tak seindah ‘isi hatinya’. Tapi ada juga yang lumayan cantik penampilannya begitu pula kepribadian dan hatinya, hampir sempurna.

Untuk apa bercantik – cantik ria tetapi tidak demikian dalam hatinya. Untuk apa berpura – pura tapi dalam hati dia merasa capek karenanya. Tetapi tak apa jika hati merasa nyaman dengan membuat penampilan diri kita cantik. Si toples pun dibuat sedemikian menarik untuk membuat kesan isinya bagus dan enak. Hanya strategi dalam menata sebuah ketertarikan yang kadang misterius dan membuat penasaran seseorang yang melihatnya.

Semestinya kita sadari jika kue dalam toples itu sudah kadaluarsa atau wanginya berubah. Segera buang daripada membuat orang berang. Semestinya kita sadari isi hati kita yang ‘basi’ atau telah “kadaluarsa” , segera bersihkan dan belajar bagaimana menata isi hati hingga dapat menyajikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain tanpa peduli kemasannya. Walau kemasan itu menjadi pendukung diri kita, tak selamanya demikian. Kadang kesederhanaan dan apa adanya kue itu, isi toples itu, isi hati kita, lebih nikmat untuk dicicipi.

Toples, sebuah wadah yang dapat dibuka dan ditutup rapat bagai wadah isi hati yang bisa menghadirkan sesuatu untuk memaknai satu kenikmatan dalam kunyahan pengalaman hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s