Tak mudah menjadi SPG

Pengalaman menjadi Sales Promotion Girls belum pernah saya lakukan, tapi saat saya melakukan promo untuk sebuah tempat les, saya tiba-tiba merasa seperti seorang SPG. Hal-hal yang mungkin mirip dengan yang dilakukan gadis-gadis cantik SPG adalah tampil cantik (sewajarnya diri saya), pasang senyum saat memberikan brosur pada orang-orang yang berlalulalang, bernada ramah yang diucapkan walau reaksi orang-orang si penerima brosur berbeda-beda.

 

Saya perhatikan beberapa orang menerima brosur dengan kata, “hatur nuhun”. Adapula yang langsung antusias bertanya, “Apa ya ini?” dan saya menjawab dengan cukup jelas sambil menunjukkan stand kami yang berada di lapangan sekolah. Banyak juga yang hanya berlalu saja tanpa kata walau kita sudah tersenyum padanya, kemudian si brosur hanya dilipat atau digulung begitu saja tanpa dibaca.

 

Dari pengalaman ini saya cukup bisa merasakan bagaimana para SPG sebenarnya bertugas di jalanan, mal, pasar atau sekolah-sekolah. Berjam-jam mereka berdiri bahkan berjalan berkeliling dengan penampilan yang nyaris sempurna. Mereka cantik dan tampan, dengan keramahan yang mereka berikan, demi sebuah promo penawaran sebuah produk. Melelahkan…

Saya hanya kurang lebih satu setengah jam membagikan brosur, sudah cukup lemas dan rasa haus mendera. Pembelajaran saya adalah bagaimana diri saya yang sebenarnya jutek harus senyum fresh dan ramah pada orang yang tak dikenal. Ini latihan karakter untuk pengembangan diri saya.

 

Dari kegiatan ini, saya merasa kagum padamu…wahai para SPG.

Saya sempat berpikir, “ngapain sih dia jadi SPG, dengan dandanan begitu?”

Tidak ada yang salah dengan penampilan, demi menjalankan sebuah pekerjaan. Tapi jika kita melakukan promo, kurang memperhatikan penampilan, itu kesalahan fatal. Hal paling pertama dilihat orang adalah bagaimana penampilan kita, kemudian wajah kita.

Adakah sebuah senyum yang mengembang di sana?

Wangi atau tidak, itu juga penting menurut saya. Kepercayaan diri untuk menawarkan sesuatu pada orang lain (konsumen) ada dalam diri kita, apalagi jika ditambahkan wewangian yang memberi sugesti confidence pada diri hingga merasuk dalam raga dan kita mengetahui bahwa “saya segar! Cheese!” kemudian senyumpun mengembang.

 

Salam hangat dan peluk untuk teman-teman yang pernah jadi SPG!

Kalian tak selamanya menjadi SPG, karakter positif yang kalian bawa dari seorang SPG pasti berguna di bidang pekerjaan manapun yang kalian akhirnya pilih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s