Ibu-ibu gaptek

“Mama gak bisa pake hp, suka panik kalau dengar bunyi hp. Yang mana yang dipencet, bingung”, seloroh seorang ibu tua pada menantunya.

“Ma… mama tinggal pencet aja tombol hijau yang gambar telelpon kalau mau menerima telepon, yang warna merah kalau mama sudah selesai”, kata menantunya memberi petunjuk dengan nada sabar. 

“Ah… mama nggak bisa, apalagi kalau ada sms, gimana buka sms dan cara membalasnya,” mama mertua tetap pada pendiriannya.

Fenomena nenek-nenek atau ibu-ibu yang mahir memakai hp sudah menjadi pemandangan umum masa sekarang. Namun banyak pula yang masih terbiasa menggunakan telepon rumah dengan gagang telepon dan tombol yang mudah dioperasikan oleh mereka yang konvensional. Mereka yang terlihat mahir dengan hp cukup canggih sejenis Blackberry, bisa dibilang mereka adalah ibu-ibu gaul atau nenek gaul.

Ibu-ibu yang banyak menggunakan situs jejaring social, seperti facebook, itu sudah merupakan suatu kemajuan. Setidaknya, mereka bisa membuka internet dengan langkah yang tidak terlalu rumit.

Ada pula seorang ibu yang penasaran dengan modem yang baru dia beli, lalu dia memasang juga menyetingnya sendiri di laptopnya. Beberapa kali dia bolak-balik mencoba, tapi si modem tak mau bereaksi sedikitpun. Satu malam, dia coba lagi.

Dia buka slot sim-cardnya perlahan, lalu… “aaahh…ini kan di slotnya ada petunjuknya kalau sim-cardnya harus menghadap ke arah yang benar.”

Begitu dibalik sim-cardnya ke tempat arah yang benar, modemnya bereaksi dengan sangat baik plus sinyal bagus!

Kesalahan bukan pada modem anda, tetapi pada diri anda.

Hp touchscreen sedang marak dipromosikan di berbagai media. Si ibu gaul pengen ganti hp, langsung beli. Saat test drive memang agak kagok. 2 hingga 3 hari mulai terbiasa.

Ada satu hal yang masih mengganjal dalam benak si ibu, saat buka Facebook, “dimana ikon ‘Notification’nya ya?!”

Settingannya yang salah atau si ibu masih gagap dengan hp barunya?

Hingga 1 bulan dia pakai hpnya,dia masih tetap bertanya-tanya, “aduh…dimana sih ‘Notification’nya?”

Akhirnya dia cuma berpatokan pada jumlah komen yang terlihat bertambah atau tidak. Setidaknya dia berhasil mengganti aplikasi chatting IM dengan E-Buddy.

“Bisa chatting murah lagi deh pakai hp”, pikirnya.

 Ini hanya masalah pembiasaan. Hal apapun jika kita mulai dan dibiasakan, digunakan setiap hari maka lambat laun akan menguasainya.

Kita memang ibu-ibu gaptek, tapi jangan sampai kegagapan ini berlanjut. Bagaimanapun kita perlu mengerti segala hal yang akan ‘disentuh’ anak-anak kita jaman sekarang juga nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s