Lip-gloss

Aku masih ingat hari itu. Kamu masih remaja saat mulai tertarik mencobaku. Strawberry pilihanmu. Bibirmu terlihat lebih menawan bersamaku. Aku selalu kau bawa kemanapun kamu pergi. Tetapi terkadang kamu lupa mengoleskanku di bibirmu.

Aku melihat tatapan mata pacar pertamamu ke arah bibirmu. Dia tidak cukup berani memuji bibirmu dan tak berani mengecupmu. Aroma strawberry menjadikanmu terlihat segar dan cerah walau saat hatimu sedang gundah. Saat kamu memilih aroma peach di waktu lain, aku menyangka kamu telah mengalami perubahan sikap atau memang kamu cepat bosan dengan satu rasa.

Ya… kamu dinamis yang memiliki senyum manis namun perjalanan hidupmu terbilang tragis. Menangis dengan aroma peach di bibir, itu adalah hal yang indah. Ketika bibirmu bergetar menahan tangis, aku tiba-tiba merasa semakin jadi bagian dari dirimu. Kamu boleh oleskan kapanpun kamu mau dan rasa apapun yang kamu inginkan. Mungkin aku akan disentuh anakmu nanti saat dia beranjak remaja, saat dia mengacak-acak beautycasemu, lalu dia menciumi wangiku yang segar. Aku akan hadir di bibir mungilnya yang merah muda dan membuat senyumnya lebih merekah tanpa terlalu banyak tangis.

Lipstick akan menjadi pilihanmu saat ini namun aku tetap mencampuri urusanmu dengan lipstick agar bibirmu tetap menawan, terjaga dengan indahnya melembabkan bibirmu dan hatimu, menghiasi setiap tawa bahagiamu, juga tangis bahagiamu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s