Body cream

“Hei, kamu pasti merindukanku. Aku sudah kosong di wadah bulat besar tutup biru muda ini,” sisa-sisa body cream berbisik pada perempuan itu saat ia membuka laci make-upnya.

“Ayo! isi lagi dengan wangi yang sama yang kamu suka,” lagi-lagi sisa body cream berusaha mengingatkan perempuan manis itu.

“Sebentar lagi, kamu akan pergi traveling dan beautycase-mu harus lengkap supaya kamu tak gagap kala bercakap-cakap dengan orang-orang yang cakap yang kamu temui di sana,” si body cream yang beraroma lembut it terus mendesak perempuan itu.

“Kamu tahu kan sensasi rasanya setelah aku menyerap ke dalam kulit putihmu itu? Kamu akan merasa seperti seorang perempuan yang paling menawan yang selalu siap disentuh pria gantengmu itu,” si body cream semakin semakin cerewet di dalam laci.

“Kamu selalu suka kan aromanya yang lembut?! karena kamu seseorang yang penuh kelembutan. Aku yakin, besok atau bulan depan saat aku habis lagi, kamu akan memilih aroma wangi yang sama. Itu adalah setia,” si bodycream mulai berfilosofi.

“Aku yakin dia juga sangat mengagumi kemulusan kulitmu itu dan itu semua gara-gara aku. Tapi jangan lupa, kamu harus membawa serta diriku nanti saat traveling tiba. Aku akan selalu menjagamu karena pria ganteng itu tak kan ikut bersamamu. Setidaknya kulit lembutmu tak rusak karena cuaca”

Perempuan itu membuka wadah bulat tutup perak, tak lama kemudian dia menutup kembali dan menyimpannya lagi.

“Kamu pasti sebentar lagi akan membeli aku ‘si tutup biru muda’ dan aku akan ikut masuk dalam beautycase-mu saat traveling…,” si bodycream bahagia.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s