Goodbye cologne, welcome perfume

“kamu sangat setia padaku walau kamu pernah bersama cologne kesukaanmu dulu”

“kamu tiba-tiba jatuh cinta pada wangi lembutku…atau mungkin pada botol yang transparan menawan ini?!”

“aku suka kala kamu membubuhkanku di bagian punggungmu yang mulus, di lehermu yang putih menggoda, dadamu yang hangat dan di denyut nadimu yang selalu bergairah membuat dia gerah”

“kamu terkadang lembut dan tenang seperti wangiku, tapi lain waktu kamu begitu agresif dan malah memakai wangi yang beraroma citrus”

“mungkin itu memang dirimu… yang tetap dia cinta walau kamu tak memakaiku sekalipun”

“aku pernah tahu, dia lebih suka wangi tubuhmu tanpa kehadiranku”

“wangi tubuhmu membuatnya lebih pusing tujuh keliling, katanya…”

“ah…kamu memang ingin selalu terlihat segar dan wangi di hadapannya”

“bawalah aku kemanapun kamu pergi, wangi yang lain juga harus kamu bawa karena kamu suka tiba-tiba berubah”

“kamu wangi sewangi pribadimu… kamu memikatnya seperti ikatan kuat saat wangi tubuhmu melekat dalam pikirannya”

“bawa serta aku ke kota panas ataupun dingin hingga dirimu menjadi pribadi dinamis bersenyum manis…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s