Gravity by Sara Bareilles

Something always brings me back to you.

 It never takes too long.

 No matter what I say or do

I’ll still feel you here ’til the moment I’m gone.

 

 You hold me without touch.

 You keep me without chains.

 I never wanted anything so much than to drown in your love and not feel your rain.

 

[CHORUS:]

 Set me free, leave me be. I don’t want to fall another moment into your gravity.

 Here I am and I stand so tall, just the way I’m supposed to be.

 But you’re on to me and all over me.

 

 You loved me ’cause I’m fragile.

 When I thought that I was strong.

 But you touch me for a little while and all my fragile strength is gone.

 

[CHORUS]

 

 I live here on my knees as I try to make you see that you’re everything

I think I need here on the ground.

 But you’re neither friend nor foe though I can’t seem to let you go.

 The one thing that I still know is that you’re keeping me down

 You’re on to me, on to me, and all over…

 Something always brings me back to you.

 It never takes too long.

 

 

Sebuah lagu yang sedang saya sukai akhir-akhir ini dan membuat saya ikut larut menjadi seseorang yang dibicarakan dalam lagu ini. Ya…seringkali sebuah lagu dapat membuat seseorang menganggap itu bagian dari hidupnya.

“Ada sesuatu yang mampu membuat diri ini kembali padanya dan itu tak memakan waktu lama”

Saya selalu akan merindukannya setiap kali mengingat hangat pelukannya, cara dia menatap mata saya dan bicaranya penuh ketenangan hingga menenangkan jiwa dan pikiran saya saat dalam kegalauan. Kemanapun saya pergi atau saat dia tidak berada di samping saya walau hanya semalam, saya merasa sangat membutuhkan dirinya.

Kala dirinya bertanya, “kenapa saya sangat sayang padamu?”, saya hanya tidak tahu jawabannya. Tetapi hati kecil ini berkata, “saya rapuh tanpamu, jadi mungkin kamu merasakannya hingga rasa sayangmu tak terhingga”. Kala diri ini terheran, kenapa saya bisa menyayangi dirimu, saya baru menyadari bahwa sesuatu dan banyak hal setelah kami bersama, bisa membuat saya pada akhirnya tertuju pada satu orang…dirimu.

Walau terkadang saya ingin bebas seperti apa adanya saya, tetapi saya tetap ingin mengukir sesuatu di dinding hatimu. Gravity yang indah dan abstrak namun artistik. Telah saya rasakan, ada gravity di hatimu…semua bernuansa cinta. Semoga saya tetap bisa memenuhi dinding hatimu hingga saya tak mampu, hingga dirimu bertanya lagi, “kenapa tak diteruskan?”

Pertanyaan itu akan saya jawab, “gravity itu sudah meluap tak tertahankan…dan saya tetap mencintaimu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s