1 sachet teh Srilanka (English Breakfast)

Aku dan malaikat kecilku menikmati hujan dan satu loyang pizza sore hari di sebuah restoran pizza sebuah mal. Udara dingin membuatku ingin meminum sesuatu yang hangat. Selain pizza keju lezat, aku memesan teh merk ‘D’. Aku pikir ini mungkin teh jasmine yang wangi, dan ternyata harganya cukup mahal menurutku untuk secangkir teh.

Hitungan ke-803, pesanan tersaji.

Aku melihat satu loyang kecil pizza keju, 1 cangkir besar air hangat lengkap dengan 2 sachet gula putih dan 1 sachet teh celup merk ‘D’. Agak kecewa dengan teh celup, “Hmmm… menyesal sudah pesan ini, pasti rasanya kurang enak. Lebih enak teh cap ‘Upet’.” (teh upet = teh tubruk khas Cirebon, oleh-oleh ibu mertua) Dengan terpaksa kubuka saja teh celup sachet itu karena akan lebih aneh lagi jika aku hanya mengaduk air putih dan gula saja. Warna teh pekat mulai membaur dengan air hangat di cangkir besar putih, aku tambahkan 1 sachet gula. Aku perhatikan di tali teh celup itu tertera tulisan “English breakfast tea” dan berpikir, “Ow…mungkin orang Inggris saat sarapan minum teh ini, tapi kok produk Srilanka ya?”

Aku beralih ke potongan pizza keju lagi, suapan demi suapan, akhirnya merasa kenyang. Aku menyesap teh import itu, hangat, tapi kurang nikmat. “Hhh…teh mahal suasana lumayan enak, tapi rasanya kurang enak. Memang benar aku hommy banget, mending menyeduh teh tubruk aja di rumah pake gula batu. Lebih wangi dan lebih nikmat, juga suasana lebih nyaman. Di sini hanya pelampiasan kebosanan…”

Malaikat kecilku pun tak minum sedikit pun saat kutawari teh itu. Terpaksa aku habiskan, karena aku piker saying sekali, teh mahal gak dihabiskan.

Perut telah penuh dengan makanan import, dan selama perjalanan pulang, kepala terasa pening, mulai mual. Aku kapok, mungkin gak akan makan makanan seperti itu lagi. Tambah umur, kenikmatan terhadap makanan semakin berkurang. Bertambah uang, bukan berarti menghamburkan uang.

Terimakasih teh ‘D’, kamu telah menyadarkan pikiran. Terimakasih malaikat kecilku, telah menjadi teman nongkrong dengan seragam vocal group yang masih rapi di sore yang menyenangkan. Semoga kita dapat melakukannya lagi di saat yang berbeda, saat aku sudah berusia kepala 4 dan kamu remaja yang memiliki banyak cerita. Ingatkan mama untuk tidak makan makanan ‘aneh’ dari luar negeri. Mama yakin kamu penasehat yang baik.