#2 Me-time vs Your time

“Lakukan kewajiban Anda terlebih dahulu, baru hak Anda akan terpenuhi”, ini kutipan pelajaran PPkN yang sempat saya ketahui.
Ya, kutipan itu benar. Jika kita ingin mendapatkan waktu pribadi untuk sekedar menikmati siang atau sore yang santai sambil membaca buku dan mendengar radio, tentu saja itu baru bisa dilakukan setelah kita menyelesaikan tugas-tugas rumah serta tugas lain yang lebih penting terlebih dahulu. Kecuali jika kita selalu bermalas-malasan, itu menjadi bukan me-time namanya tetapi self ego-time. Saya seringkali mencuri kesempatan untuk tetap mendengarkan musik dari radio sambil beraktivitas di rumah.

Tentang your-time, ini sebuah persembahan kasih sayang terhadap orang-orang yang berada di dekat saya setiap hari. Ya, saya harus selalu memberikan your-time pada mereka. Saya belum tahu apakah porsi your-time itu lebih banyak daripada me-time. Sebenarnya tak ada takaran pasti untuk sebuah waktu dalam kebersamaan atau bersamanya, tetapi terkadang saya lepas kontrol, terlalu asik dengan me-time.  Keadaan tersebut membuat your-time menjadi berkurang bahkan hilang begitu saja. Apakah ini berkaitan dengan management waktu? Saya bukan manager yang baik kalau begitu.

Baiklah… saya akan memodifikasi kesempatan berharga saat-saat bersama pasangan juga anak. Berusaha memberi pengertian tentang me-time. Seringkali saya terselamatkan oleh satu tayangan olahraga di televisi, karenanya saya langsung menyambar me-time jika saya tak begitu ingin menemani pasangan nonton sepakbola. Dengan demikian, dia mendapatkan me-time, saya juga. Adil bukan?

Berbeda kondisi jika salah satu dari kami sedang butuh perhatian lebih. Suatu waktu mungkin me-time tak kan ada karena saya tersadar bahwa dia butuh saya. Di waktu lain, saya kadang tak peduli karena saya sedang fokus pada apa yang saya kerjakan.
Atas nama kedisplinan dan kepekaan perasaan, mari kita penuhi dulu your-time (his time), kemudian kita akan mendapatkan me-time dengan mudah sebagai hadiah. Sedikit pengorbanan untuk mendapatkan satu keinginan tak ada salahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s