#6 Segelas susu coklat hangat

Baru saja menyelesaikan membaca sebuah novel bagus, aku tak jadi mengantuk. Hujan tak kunjung reda, dia mesra bersama senja yang kian menua. Aku menyesap sedikit demi sedikit susu coklat hangat pengusir dingin yang mendera. Dalam benakku terpikir cemilan roti bakar atau martabak keju tampaknya perlahan tertimbun. Ya, akhir-akhir ini, mungkin gara-gara hujan, si mulut tak mau menganggur ketika mata tak sedang membaca lembaran halaman novel.

Ya, selalu akan ada rasa hangat ketika hujan gerimis hadir dan dia tak mau pulang hingga larut malam. Sehangat susu coklat dalam gelas kesayangan, sehangat kasih seorang pujaan yang lamat-lamat membuatku menjadi kuat untuk membuahkan satu keputusan bulat.

Kentalnya susu coklat yang memberi nuansa energi dalam dinginnya suasana hati dan pikiran. Seperti kentalnya rasa cintanya pada diri ini hingga aku menjadi kecanduan dengannya. Aku selalu ingin, lagi dan lagi mereguknya.

Malaikat kecilpun ikut-ikutan ingin dibuatkan setengah gelas susu coklat kesukaannya. Dia berbinar ingin berlomba denganku menghabiskannya. Ku biarkan dia menang dan girang karena aku tak mau segera menghabiskannya. Biarkan perlahan menyusut di dalam gelas ini, walau sedikit lagi sisa akan dingin. Hatiku tak kan menjadi dingin karenanya. Manfaat hangat susu coklat tetap akan tersemat di dinding hati dan dada ini dengan lekat.

Jika pagi tiba, aku akan selalu membuatkan segelas susu coklat hangat untukmu, untuknya, sehangat rasa ini pada kalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s