Bilakah hatimu bicara? (Peduli THALASEMIA-Ananda VAREL)

penderita Thalasemia mayor- ananda VAREL (usia 3 tahun 6 bulan)

Hari jum’at adalah hari penuh rahmat walau sebenarnya Allah memberi berkah setiap hari yang DIA miliki kepada setiap insan. Sebelum menginjak hari jum’at tanggal 20 Januari 2012, saya merasa ruang hati ini tiba-tiba menerawang ke tempat yang lebih dalam dibalik sebuah rasa cinta saya kepada anak. Hati ini bertanya-tanya, “Bagaimana ya anak ini? Apakah saya akan kuat menyaksikan sebuah kegiatan transfusi, mengingat terakhir kali saya ke rumah sakit sekitar 6 tahun lalu.” Saya mengumpulkan segenap kekuatan hati untuk berangkat di hari jum’at yang dijanjikan.

Saya sangat bersyukur dengan pertemuan yang membuat hati saya lebih terasah tetapi mata tak harus membasah. Pertemuan dengan mba Maudi (ibunda VAREL) di sebuah rumah sakit ditemani teh Nia Kurniawati membuat hati saya terbuka bahkan menganga. Terlebih setelah melihat langsung, ananda VAREL menjalani transfusi sel darah merah. “Sungguh kuat anak ini,” pikirku. Dia tidak menangis sedikitpun seolah telah terbiasa. Mba Maudi pun begitu terlihat kuat walau mungkin dalam hatinya menangis, karena ibu mana yang tega melihat anaknya ditusuk jarum transfusi ratusan kali selama 3 tahun. Alhamdulillah, hari itu, tusukan yang kedua kalinya tepat dan transfusi bisa dimulai. Transfusi sebelumnya, ananda VAREL sempat beberapa kali ditusuk karena venanya tak kunjung teraba.

Sekedar informasi sejarah penyakit Thalasemia yang diderita VAREL, penyakit ini adalah penyakit bawaan dari gen orangtuanya. Baru terdeteksi saat VAREL berusia 6 bulan. Praktis selama kurun waktu 3 tahun, VAREL telah menjalani transfusi sel darah merah untuk menguatkan kondisi tubuhnya. VAREL memerlukan transfusi sel darah merah ini bukan hanya satu kali saja dalam sebulan. Setiap kondisi tubuhnya drop, dia harus segera ditransfusi. Reaksi dari transfusi juga menjadi ujian bagi VAREL. Seringkali gatal-gatal dan terjadi penumpukan zat besi di beberapa titik tubuhnya hingga terlihat agak menghitam seperti lebam. Komplikasi lain juga menyebar ke bagian tulang, terutama bagian wajah dan tulang punggung. Massa tulang perlahan menyusut dan mempengaruhi tumbuh kembang juga bentuk tubuh. Penumpukan asupan kalsium dari obat-obat antibiotik juga terjadi di bagian organ dalam (limpa). Menurut informasi dari mba Maudi, seharusnya limpa VAREL diangkat dengan jalan operasi. Tetapi fisiknya oleh para dokter dianggap belum cukup kuat, sementara perlahan bagian perutnya membengkak hingga VAREL seringkali mengalami sesak nafas. Penyakit ini menimbulkan banyak  komplikasi namun apapun usaha kita, khususnya orangtua VAREL tetap dijalani dengan penuh keyakinan.

Saya pribadi sangat terenyuh dan getar hati tiba-tiba menyeruak ke seluruh denyut nadi, saat melihat ananda VAREL. Mba Maudi masih sangat bersyukur bahwa anaknya masih mampu berkomunikasi dan belajar berhitung dalam bahasa Inggris juga suka membaca buku bergambar. Sungguh Allah memperlihatkan banyak nikmat yang masih bisa kita syukuri di tengah kesedihan dan kegundahan merawat anak.

Atas nama grup Ibu-ibu Doyan Nulis, saya mengajak teman-teman yang tergabung di grup ini atau siapapun di luar grup ini untuk membantu meringankan beban mba Maudi. Tak ada usaha yang tanpa hasil. Tak kata sia-sia untuk sebuah ikhtiar bagi kesembuhan titipan Allah, ananda VAREL. Setiap untaian do’a dan harapan, juga bantuan dana berapapun jumlahnya, akan sangat berarti bagi ananda VAREL dan orangtuanya.

Mari, ajak hati teman-teman sekalian untuk bicara. Kapan lagi kita berbuat baik jika sekaranglah waktu yang baik bagi kita?
Bagi teman-teman yang berkenan memberikan bantuan dana, silahkan langsung transfer ke nomor rekening ini :

MAUDI YUNISTIA 130-00-11599225 (BANK MANDIRI)

Bagi teman-teman yang ingin memberikan dukungan moril, silahkan kontak di akun FB pribadi mba Maudi : http://www.facebook.com/profile.php?id=100002354024086

Semoga Allah selalu membukakan hati dan pikiran kita.
Semoga Allah membalas setiap dukungan moril maupun moril yang diberikan teman-teman.

Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s