#21 Saat sakit saat istimewa

Setiap makhluk hidup pasti pernah mengalami sakit. Baik fisik maupun jiwa. Saya ingin mencoba menelaah makna sakit fisik yang saya rasakan dua minggu lalu. Saya, anak saya juga suami mengalami yang namanya demam. Sungguh tak mengenakkan saat sedang demam. Panas tinggi dan menggigil membuat diri kita kehilangan kesadaran hingga terasa lemas. Saya tiba-tiba merasa ini siksaan untuk menggugurkan segala dosa kecil saya selama saya sehat. Seharusnya saya merasa senang saat sakit jika diri ini mampu “melihat’ apa makna dibalik sakit ini. Saat menghadapi anak sakit dan diri kita juga sedang sakit, itu adalah cobaan terberat bagi saya. Mama tetap seseorang yang saya sangat butuhkan dalam keadaan seperti ini.

Saya tak sanggup membayangkan, apa yang Mama saya lakukan dulu saat beliau seringkali berada dalam keadaan yang jauh lebih sakit dari saya. Semoga Allah senantiasa mengampuni segala dosa dan kesalahan kami melalui ujian serta cobaan yang diberikan kepada kami.

Saat anak sakit, banyak kesempatan yang saya miliki untuk lebih mengerti apa maunya, mana yang sakit, mengusap rambutnya, menatap wajahnya saat tidur, walau peran suami juga sangat besar dalam menenangkan dan mengingatkan saya untuk sabar memperlakukan anak yang sedang sakit. Mengingat anak kami adalah anak yang sangat sensitif dan masih sedikit manja. Kesabaran tingkat tinggi benar-benar diuji saat anak sedang sakit. Kesibukan yang biasa menghiasi ritme saya sehari-hari pun perlahan dibuat sedikit melambat hingga lebih banyak waktu untuk merenung dan menyadari bahwa kesehatan anak adalah salah satu tugas saya sebagai ibu. Saya merasa sangat tidak telaten mengurus anak hingga saat perubahan cuaca, anak menjadi mudah sakit. Rasa kesal dan stress kerap kali muncul karena masa penyembuhan sangatlah lambat walau sakitnya hanya batuk dan flu yang terbilang ringan.

Dulu, saya pernah menderita sakit typhus dengan demam tinggi. Saya merasa saat itu nyawa saya akan diambil olehNya. Hanya kata “Allaahu Akbar” dan “Astagfirullah” yang saya ucapkan dalam hati. Saya benar-benar memohon ampun atas segala kesalahan yang telah saya lakukan. Mama saya menjadi lebih sering menemani dan melakukan sentuhan-sentuhan yang membuat saya nyaman. Saya sadari bahwa keberadaan seseorang yang menyayangi kita di sisi kita saat sakit adalah faktor penyembuh utama bagi  jiwa dan raga.

Berbahagialah saat kita sakit dengan harapan segala dosa bisa terhapus.

Bersenang-senanglah saat kita sehat dengan tetap bersyukur dan selalu taat pada Yang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s