“belum ada judul” #1

Aku termangu dalam satu ragu.
Akankah dia kembali dan memelukku erat? Bilakah aku melihatnya lagi di persimpangan jalan itu? Harum parfumnya… yang tiba-tiba menyeruak di kabin angkutan umum dan lirikan sepasang mata di kaca spion, diakah? Kenapa dadaku seketika bergemuruh? Diakah?
Tubuhku mendadak panas dingin melihat sesosok pria yang sangat ku kenal.

Hatiku berusaha menentang, “Bukan! Itu mungkin bukan dia. Hanya mirip dia.”

Aku terselamatkan oleh jarak yang aku tempuh. Bergegas turun meninggalkan sosok itu. Demam pun masih bergelayut dalam hati dan jiwaku hingga pandanganku sampai ke depan layar monitor komputer. Sejenak aku bertanya-tanya, mengapa aku harus merasa seperti ini? Tak karuan bagai pohon yang tiba-tiba terhempas angin kencang, tertatih untuk tetap berdiri tegak namun tetap dihempasnya lagi dan lagi. Setelah sekian lama…

Aku tak mau seperti ini. Aku sudah memiliki sosok yang lebih gagah darinya. Mengapa perasaan ini sedikit terkoyak hanya karena bayangan yang belum tentu benar-benar dia. Setiap kali aku memimpikannya, mungkin dia pun mungkin mengingatku. Saat aku merasa dia mengejarku dalam mimpi itu, mungkin dia masih membutuhkanku. Tetapi aku merasa lelah. Lelah dengan sikapnya. Kenapa dia kadang hadir dalam mimpiku? Kenapa dia mengusik ketenangan jiwaku? Kenapa aku tak pernah lagi dipertemukan dengannya? Kenapa dia hanya menjadi bayang-bayang kasih sayang tak berwujud.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s