Dreaming of Salem Roses

Malam itu, aku tiba-tiba terpesona oleh keindahan satu pot besar bunga Mawar salem dekat pintu masuk Bali Heaven Factory Outlet. Melihat Mawar itu aku seperti terbawa pada angan-angan indahnya malam setelah pernikahan digelar. Aku sempat menginginkan banyak Mawar merah menghampar di peraduan hari pernikahan. Namun mahalnya banyak mahkota bunga Mawar di sana tak sebanding dengan apa yang akan aku alami malam itu. Keindahan itu ada di hati ini. Bagaimana aku merasa kecantikan bunga itu seperti kecantikan jiwa perempuan. Dia rapuh namun mampu menjadi penyembuh bagi yang lain di kala hatinya tersentuh. Kelembutan warna Salem dan helaian mahkota bunganya bagai hati perempuan penuh perhatian dan kasih sayang. Terkadang tanpa kata, hanya tatapan mata.

Telah banyak kisah romantis terwakili oleh keberadaan bunga Mawar. Namun tanpa aku sentuh helaiannya, mata dan hati ini akan peka hanya dengan memandangnya. Aku tidak perlu diberi bunga untuk sebuah pernyataan cinta, karena cinta itu akan berbunga di dalam jiwa sesaat setelah aku melihat pandangan mata tulusnya.

Satu pot Mawar Salem telah menyadarkanku tentang makna sebuah keindahan. Air yang menggenangi pot itu menyegarkan seluruh kelopaknya seperti kasih sayang yang selalu menyegarkan jiwa. Jiwaku segar karenanya, jiwanya berbunga cinta karena aku.

Aku pernah berada di suatu tempat bersamanya melihat bunga itu, entah kapan akan terulang lagi. Mungkin dalam mimpi indah yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s