“Waiting”

This slideshow requires JavaScript.

Saya tidak akan pernah merasa lelah menunggu.

Ada banyak hal yang bisa saya lakukan selama menunggu. Boleh dibilang ini justru yang disebut Me time tambahan. Apa yang dilakukan setiap orang saat menunggu pasti berbeda-beda. Ada yang menggerutu, bosan tanpa kesan, membaca buku, koran, atau mendengarkan musik, bahkan memotret. Memutuskan tidur sejenak juga bisa menjadi pilihan saat menunggu.

Betapa meruginya saya jika harus marah ketika orang yang saya tunggu terlambat atau tak jadi datang padahal sudah lama saya menunggu. Seharusnya saya justru berterimakasih padanya, saya bisa melakukan sesuatu yang saya sukai karena di waktu lain belum tentu bisa melakukannya.

Kini saya sedang menunggu di antrian yang sangat panjang. Entah nomor antrian berapa di tangan saya. Mungkin saya akan lengah di sela-sela waktu saya menunggu, di waktu lain saya tiba-tiba cerdas dan sangat waspada. Saya akan merugi jika saya hanya ongkang-ongkang kaki saja tanpa melakukan apapun, melamun lalu sibuk dengan pikiran yang tak menentu, atau mengantuk hingga menguap ratusan kali tanpa berusaha mengatasi rasa kantuk. Saya juga tak mau tidur pulas lalu ketinggalan kereta karena kecerobohan saya.

Selama menunggu, saya akan menyelam ke dasar hati yang paling dalam dan berusaha menyadari, siapakah saya? Apa tujuan saya? Apa dan siapa yang saya tunggu? Hingga saat waktu menunggu habis, lalu bertemu dengan apa yang saya nantikan, hati serta pikiran saya jernih, dan terbit rasa syukur atas kesempatan waktu menunggu yang saya peroleh tadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s