Separuh atau utuh?

Menjelang perjalanan mewujudkan mimpi mendapatkan sebuah kamera digital, saya seringkali mendengar lagu ini di beberapa tempat yang saya kunjungi. Bahkan saat transaksi pembelian kamera tersebut, lagu ini mengiringi saya. Sejak pertamakali mendengar lagu ini di radio, saya menyukainya. Lirik lagunya terkesan tulus dari dalam jiwa, dan harmonisasi musiknya cukup memainkan perasaan. Suara sang vokalis, jangan ditanya. Saya suka.

Entah ada apa dengan hati ini. Saya selalu sensitif dengan alunan musik juga lirik lagu. Setiap kata di dalam liriknya sangat menghujam hati ini. Persepsi saya tentang mencintai seseorang ya seperti judul lagu ini. “… karena separuh aku, dirimu.”

Ya, separuh dari jiwa ini pada akhirnya adalah dirinya. Saya sangat merasakan itu jika ketulusan telah membahana di setiap hari kita, di setiap kali kita terbangun melihat dirinya di samping kita, dan setiap kali berkata cinta walau hanya dalam diam atau kedipan mata.

Mencintai itu tak bisa separuh, harus utuh. Namun keutuhan hanya bisa terwujud dari separuh jiwaku dan separuh jiwanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s