Bunga-bunga Mama

This slideshow requires JavaScript.

Aku tidak seperti Mama yang bisa merawat bunga-bunga dan tanaman. Aku hanya penikmat keindahan bunga. Saat melihatnya, aku akan mensyukuri satu hal. Hati ini masih bisa merasakan keindahan dari salah satu anugrah Yang Maha Kuasa. Mama pasti selalu merasakan banyak hal ketika menyentuh, menyiram, dan mengajak bunga-bunga itu bicara.

Mama bilang, bunga juga seperti manusia. Dia harus diajak bicara hingga dia terangsang untuk tumbuh dan menjadi indah. Awalnya aku tidak terlalu percaya dengan itu. Tanaman diajak bicara? Mereka kan tidak bicara seperti manusia. Kemudian aku mengerti, berbicara itu tidak hanya dalam kata-kata, namun hati kita pun mampu berbicara. Mama senang merawat bunga dan tanaman hingga hatinya terhibur, mengusir stres juga kepenatan pikirannya.

Ya, aku tiba-tiba membandingkan, cara Mama merawat bunga dan menikmati kecantikannya dengan caraku merawat dan memperlakukan anakku. Cara Mama berbicara dengan hati itu adalah cara terbaik untuk merawat, memahami, menyiram jiwa anakku dengan kasih sayang, hingga aku bisa menikmati keindahannya saat dia tumbuh dewasa. Aku tidak boleh menjadi penikmat keindahannya saja. Dia harus dirawat dengan baik dan selalu diajak bicara dari hati ke hati.

Bunga-bunga Mama akan terus berganti dengan kuncup kecil yang baru muncul. Dia akan selalu disentuh tangan dingin orang-orang di sekeliling yang mencintainya. Anakku adalah kuncup kecil itu. Semoga aku selalu mampu belajar berbicara dengan hatiku untukmu…

One thought on “Bunga-bunga Mama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s