“Sound of the sand”

Image

Photo captured by Vivera Siregar

Aku merasa butiran pasir ini menjadi teman dalam kesunyian hatiku.

Pasir, kamu tahu tidak? Masih ada sisa sesak di sini, di dadaku. Apakah kamu merasakan langkah jejak kakiku? Aku merasa seperti sedang melayang, namun jejakku ada padamu. Oh… mungkin pikiranku sedang tak berada di sini hingga langkahku sendiri tak ku ketahui.

Pasir, beritahu aku ke mana aku harus berpijak dalam kesunyian hati ini. Aku benar-benar bisa mendengar suara-suaramu. Butiran-butiranmu seolah memberi tahu aku untuk terus melangkah ke sana. Ya, ke depan. Bukan ke belakang.

Angin tiba-tiba temani sepiku saat pasir masih bersahabat melekat di telapak kakiku. Angin seolah mendengar jeritanku lalu menyampaikannya pada pemilik langit, laut, dan pasir ini.

Aku harus ikuti jejak-jejak ini tanpa ragu karena setelah sunyi pasti akan ada bunyi. Mungkin aku bisa berseri-seri. Setidaknya ada bunyi dari pasir yang ku pijak.

Butiran pasir berbisik padaku, “Ikuti saja ke mana jejak kakimu pergi, tak ada yg tahu apakah kamu harus berhenti menapakkan jejakmu… ataukah terus berlanjut hingga sampai tujuan.”

Aku butuh seseorang untuk mengiringi langkahku dan mengikuti jejak kakiku ke sana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s