“Pusara Ibunda”

Senja telah mengantarkanmu ke pembaringan terakhir

Angin dan hujan rintik seakan turut bertasbih mengiringi kepulanganmu

Doa-doa kami panjatkan untuk kemudahan arwahmu dan melapangkan hati kami

Semuanya seperti mimpi

Namun ini dejavu bagiku

Aku merasa pernah ke tanah lapang merah itu

Memandang langit senja nan indah

Namun suasana hatiku tak seindah itu

hingga di hari ke-40, aku masih membiru

Aku hanya mampu melafalkan doa-doa di pusaramu

Bunga-bunga yang kupetik dari halaman rumahmu pun seakan turut berdoa

Tanah merah itu telah terguyur hujan hingga gumpalannya terpecah

Seperti pecahan luka hati ini

Kami rindu, tapi kami tak boleh berderai terus menerus

Aku yakin, dirimu melihat semuanya

Di sini…

Semoga Allah menerangi tempatmu di sana

Semoga doa-doa di hari-hari kami menenangkanmu

Semoga Allah menguatkan kami

"siang, 8 Februari 2013"

“siang, 8 Februari 2013”

Image

captured by Sony Xperia #instagram

Mama, maafkan aku jika dalam perjalanan ini tak mampu melakukan yang terbaik

Aku pasti sesekali jatuh dan tersungkur

Aku hanya bisa bersyukur walau kami tak selamanya akur

Kenangan terakhir bersamamu akan senantiasa kuingat hingga ke liang lahat

Semoga Allah menempatkanmu di tempat yang paling mulia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s