“Teman di Kala Hujan”

Bintik-bintik hujan

[23/05/13, 15:10 waktu di rumah beta]

Tadi siang putriku pergi ke sekolah bersamaku, hujan tiba-tiba deras disertai angin kencang. Saat aku sibuk mengeluh bajuku basah karena hanya satu payung berdua, tak memakai jas hujan, putriku bilang sambil membenahi jas hujannya, “Ma, gimana ya keadaan teman-teman kaka?”
“Mudah-mudahan sudah sampai di sekolah. Tapi kalo ada yang rumahnya jauh, pasti kehujanan di ojeg.”
Dalam hatiku, Eh… kaka kok peduli dengan keadaan teman-teman sekolahnya. Itu hal yang sungguh manis.Putriku suka hujan tapi kalau anginnya mengerikan, dia akan menjerit histeris, sama seperti teman-temannya. Aku pun suka hujan karena dia memiliki wangi yang sulit digambarkan. Suasananya hanya bisa dirasakan, apalagi jika ada teman.

Seseorang, camilan dan minuman hangat bisa dijadikan teman di kala hujan. Paling asyik justru jika keduanya hadir menemaniku. Obrolan di kala hujan biasanya menghangatkan jiwa, ditambah lagi minuman yang menambah keakraban, seperti teh atau kopi. Aku selalu merindukan suasana intim saat hujan.

Mungkin bagi sebagian orang, hujan adalah bencana. Saat bencana melanda hanya satu ‘teman’ yang akan mendengar doa mereka agar mereka tenang dan sabar. Dia adalah Tuhan.

Saat kehujanan dalam perjalanan, aku pasti merindukan suasana rumah yang aman dan nyaman. Namun memangdang bintik-bintik hujan di kaca jendela juga merupakan moment yang sangat aku nikmati. Bayanganku seolah menembus jendela basah itu dan merasakan kedukaan serta kerinduan pada seseorang dalam waktu yang sama. Kemudian lahir bait-bait puisi sedih dan bahagia dalam dada.

Ah… aku memang selalu butuh teman saat hujan. Walaupun hujan itu sendiri selalu menemani kesendirianku hingga tertoreh kalimat-kalimat penuh imaji dan inspirasi karenanya. Teman yang paling menyenangkan di kala hujan, tentu saja dia dan malaikat kecil berjas hujan merah muda. Cipratan air hujan dan tawa riang adalah anugrah terindah kala hujan datang. Kecupan dan kalimat cinta saat hujan dari seseorang di sampingku menjadi vitamin bagi jiwa yang hampa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s