“Happy Birthday, Ibu-ibu Doyan Nulis!”

Kumpul IIDN di Indscript Creative

Kumpul IIDN di Indscript Creative

Kumpul anggota IIDN Bandung Timur di KFC Ujungberung

Kumpul anggota IIDN Bandung Timur di KFC Ujungberung

#1 IIDN di indscript
Kumpul dan silaturahmi IIDN di Giggle Box, Bandung

Kumpul dan silaturahmi IIDN di Giggle Box, Bandung

Saya masih ingat saat baru mencoba menggunakan sebuah situs jejaring sosial Facebook, tahun 2010. Saya tiba-tiba mendapatkan pesan di inbox FB, isinya adalah sebuah tawaran bergabung di sebuah pelatihan gratis menulis Indscript Creative. Saya tidak menyiakan kesempatan ini karena saya sedang menyenangi kegiatan menulis saat itu sebagai terapi diri. Saya ingin mengetahui cara dan pengalaman baru di hobi ini.

Tak berapa lama setelah itu, saya mengetahui ada komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) di Facebook. Melihat nama grup ini, rasanya gue banget! Saya seorang ibu dan saya mulai doyan menulis. Ternyata founder grup ini adalah pengirim pesan inbox waktu itu, Indari Mastuti. Saya bergabung di grup IIDN dan mendaftarkan diri menjadi peserta pelatihan gratis Indscript Creative. Persyaratannya waktu itu mudah saja. Saya hanya membuat surat permohonan dan menyertakan rincian konsep buku yang ingin saya buat.

Awalnya saya bingung, bagaimana membuat uraian konsep buku itu? Saya mencoba membuat surat permohonan tersebut dan saya dipanggil untuk wawancara di kantor Indscript Creative. Saat bertemu di hari yang telah dijanjikan ibu Indari Mastuti, saya datang ke kantor di kawasan Jalan Moh. Toha, Bandung. Saya merasa familiar dengan nama depan dan wajahnya ketika bertatap muka langsung. Foto profil FB beliau pun telah saya perhatikan baik-baik. Ya, sepertinya beliau ini teman satu almamater dengan saya saat SMP dulu.

Akhirnya, interview berubah menjadi obrolan nostalgia, walau kami tidak sekelas saat sekolah. Saya diberikan informasi bahwa dari kegiatan menulis buku, saya bisa mendapatkan penghasilan. Saya pikir, menulis hanya kesenangan semata bagi saya, dan tidak mengharapkan lebih dari itu. Tetapi informasi ini membukakan mata dan pikiran saya, bahwa penulis itu dihargai sesuai dengan karya yang telah dia buat.

Semua tulisan yang saya miliki di laptop, tadinya hanya akan disimpan sebagai kenangan saja. Suatu hari akan saya wariskan pada anak perempuan saya, tanpa terpikir untuk mempublikasikannya. Namun setelah bergabung di komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Indscript Creative Writing Club, saya semakin merasa menemukan harapan akan kreativitas yang hadir di setiap guratan tulisan-tulisan saya. Ternyata banyak ibu yang memiliki kesenangan yang sama seperti saya. Ternyata menulis bukan hanya milik kalangan anak muda saja. Saya semakin mengetahui bahwa kegiatan menulis bisa dilakukan oleh siapapun. Banyak hal yang akhirnya saya dapat di sana, menyangkut berbagai hal mengenai dunia penerbitan. Pelatihan menulis tersebut dikemas secara on line maupun off line dan memberikan pengetahuan serta pembelajaran dalam kegiatan menulis.

Saya merasakan lebih banyak suka daripada duka, kala bertemu muka dengan 9 orang teman-teman baru di pelatihan menulis yang hampir semuanya ibu-ibu. Bertukar ilmu dan pengalaman, menggali segala ide hingga menjadikannya sebuah buku, semua itu merupakan hal yang sangat menyenangkan dan menggugah pikiran. Silaturahmi dengan teman-teman pelatihan tetap terjalin melalui Facebook dan media on line lain, bahkan terkadang kami menyempatkan bertatap muka. Begitu pula dengan beberapa anggota IIDN, diantaranya sang Marketing Communication (IIDN) dan penulis beberapa buku antologi Lygia Pecanduhujan, penulis buku “La Taias for Akhwat” Honey Miftahuljannah, penulis “Lucky Backpacker” Astri Novia, penulis “For the Love of Mom” dan buku anak Dydie Prameswarie, penulis “Ada Apa dengan Otak Tengah” Nia Haryanto, pemateri kelas Fotografi IIDN (Foto bercerita) Vivera Siregar, penulis puisi Epi Siti Sopiah, blogger dan crafter Ima Rochmawati, dll. Semakin luas pertemanan di dunia kepenulisan, maka akan semakin memperkaya pengalaman. Setiap anggota IIDN dapat saling menularkan semangat untuk banyak belajar dan kreatif dengan tulisannya.

Hal yang paling utama saya rasakan dari kegiatan menulis adalah belajar untuk tidak mudah menyerah dengan ide-ide yang kita tuangkan serta mengasah rasa dan kesabaran. Saya ingin tetap menulis dan menulis demi sebuah pembelajaran hingga menjadikannya sebuah investasi menuju terwujudnya sebuah buku. Bahkan hingga hari tua nanti, menulis akan selalu menjadi hiburan yang menyenangkan.

Selamat Ulang Tahun, Ibu-ibu Doyan Nulis! Terimakasih padamu atas karya pertama saya yang lahir dan berproses panjang bersamaan dengan perjalanan mengenal IIDN. 3 tahun berkarya tak hanya dalam bentuk buku, namun saling menularkan semangat menulis bagi ibu-ibu yang berpikiran maju. 3 tahun saya mengenal IIDN tak hanya dalam bentuk obrolan-obrolan canda, tetapi semangat untuk selalu aktif belajar bersama. Semoga IIDN menjadi komunitas yang solid dan banyak melahirkan karya-karya yang bermanfaat bagi bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s