“Memories in Braga”

captured by my Fujifilm Finepix

captured by my Fujifilm Finepix

Entah kapan aku terakhir bersama almarhumah Mama berada di jalan Braga. Mungkin saat aku menemani beliau check-up ke dokter dekat persimpangan jalan Braga. Selain moment itu, ada beberapa moment yang tak bisa aku lupakan. Terutama saat aku berkunjung ke toko kue di sana. Canary adalah toko kue pertama yang membuatku merasa seperti di negeri khayalan. Aroma roti dan kue yang menggugah selera, warna-warni cake dan puding yang tersedia di sana membuatku ingin memborong semuanya untuk dibawa pulang.

Mama selalu memberikan kebebasan padaku untuk memilih. Walau banyak jenis pilihan kue dan roti di etalase kaca itu, aku tetap memilih roti isi semur ayam yang lezat sebagai roti favoritku. Sekali mencoba roti ini, aku merasa ketagihan. Aku pasti mengambil 2 buah roti semur ayam itu setiap kali Mama menawarkan. Tapi mama selalu menawarkan tambahan cake atau kue yang lain untuk persediaan di rumah.
Cake lucu berbentuk perahu berbalut coklat menjadi pilihanku sesuai rekomendasi mama. Awalnya sih sayang sekali jika kue itu harus dimakan, karena bentuknya nanti tak lagi seperti perahu. Saat mencoba cake ini, krim mokanya begitu wangi dan terasa nikmat. Coklatnya meleleh di dalam mulut membuatku ingin merasakan gigitan selanjutnya sampai habis. Aku juga sempat memilih agar-agar spons. Saat mencicipinya, rasanya memang lembut seperti busa tapi manisnya pas. Tidak terlalu manis.

Roti lainnya yang cukup membuatku tergiur yaitu roti abon kacang mede, kue sus, cheese roll, apple pie, dan pie pisang keju. Saat melihat lemari pendingin, ada beberapa macam rasa es krim di sana. Pembeli bisa memilih rasa apa di lemari es krim itu, setiap scoop yang diambil diwadahi ke corong wafel. Pilihanku jatuh kepada coklat dan stroberi. Corong wafelnya juga enak.

Mama lebih suka pie isi daging berbentuk kotak. Biasanya setengah lusin Mama membeli pie ini. Namun ketika sampai di rumah, hanya 2 pie saja yang dimakan Mama. Sisanya aku minta, berebut dengan kakak dan adik. Ya, kalau soal mencicipi jajanan itu memang hobi kami.

Mama juga pernah mengajak ke toko kue di sebelah Canary, namanya toko Sumber Hidangan. Kue-kue dan roti tradisional khas Belanda begitu menarik pembeli termasuk kami berdua. Rasanya jangan ditanya. Sangat nikmat! Tapi aku lupa nama-nama kue dan rotinya karena roti isi semur ayam tetap menjadi unggulan bagiku di antara jenis kue lainnya.

Di depan kantor berita ANTARA, sebelah Canary, ada penjual es kelapa jeruk. Mama tidak pernah melewatkan es jeruk ini. Aku selalu diajak membelinya. Saat itu rasanya tak ada es jeruk yang nikmat seperti es jeruk kelapa itu.
Ya… memori bersama seseorang di suatu tempat memang dimiliki setiap orang. Aku merasa Mama berada di jalan Braga kemarin, saat aku bersama putriku merasakan pagi di Braga. It was like a dejavu! Namun sayang sekali, toko Canary belum buka. Aku hanya memotretnya.

Mama, aku akan selalu ingat kenangan itu. Aku akan pahami betapa berartinya dirimu di perjalanan hidupku. Aku jadi tahu tentang kota dan Braga, kelezatan jajanan kota, serta kesibukanmu di kantor. Terimakasih selalu membawa serta diriku di sela-sela lelah dan bahagiamu.

Putriku menjadi penyuka roti karena aku yang mengenalkannya, itu pun karenamu, Mama. Aku pernah punya mimpi ingin mahir membuat kue dan roti. Katamu, aku harus kursus dan berlatih. Aku belum intens melakukannya. Hanya eksperimen kecil saja di rumah. Semoga kamu tahu Mama, bahwa memiliki sebuah toko kue pastry adalah impian terpendamku. Itu karenamu…

Sebelum aku mewujudkan mimpiku, Braga telah menjadi inspirasi dari seorang tokoh di konsep calon novelku berikutnya. Semoga setelah menjadi naskah utuh nanti hingga terbit menjadi sebuah buku, aku akan bilang, “it was like a dejavu!”

2 thoughts on ““Memories in Braga”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s