“Senyum itu”

13-12-2011, captured by Samsung Corby II

13-12-2011, captured by Samsung Corby II

Entah ada apa dengan hari ini? Aku merasa sedikit sensitif, padahal aku telah berusaha membuat segenap pikiranku dipenuhi hal-hal menyenangkan di hari senin . Tetap saja hectic monday yang aku alami. Urusan printilan dengan bank membuat hati sedikit tergores.

Aku tiba-tiba sedih mengingat sebuah wajah bersenyum hangat. Teller bank yang aku temui tadi pagi menanyakan kabar pemilik senyum itu. Sebisa mungkin aku jawab dengan segenap ketegaran di dada. Namun ketika keluar dari bank itu, ada embun di kedua mataku dan aku berusaha untuk menghapusnya. Rasa sedikit sesak di dada menguasaiku. Mom, even the teller bank remember your face. I miss you…

Rasanya seperti kehadiran Mama menyertai langkahku di sana. Tapi itu hanya perasaanku saja, karena dunia kami sudah berbeda. Aku hanya bisa mengingat senyumnya yang selalu terukir di wajahnya, seberat apapun beban yang dialaminya. Ya… senyum itu, aku tak akan pernah lupa. Even your grand daughter missing your smile.
Aku menyadari bahwa tidak mudah menghapus kenangan senyum indah itu. Bahkan saat menulis note ini, air mata tak sanggup tertahan. Dia jatuh dan menetes tanpa penyesalan. Aku berharap senyum itu tetap terukir di wajah Mama, di sana. Aku berusaha mengukirnya untuknya agar beliau di sana tetap mengembangkan senyum hangat itu.

Terimakasih ya Allah, atas pemberian senyum hangat darimu di wajah Mama yang sempat memenuhi warna hidupku. Tenangkanlah beliau di sisi-MU. Damaikanlah jiwanya di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s