“A Box of Memories”

pocket diary 98

Setiap orang memiliki kenangan dalam hidupnya. Kadang kumpulan kenangan itu ingin kita simpan rapi dalam sebuah kotak bernama kotak kenangan. Namun pada saat-saat tertentu kita akan membuka kotak itu dan mengenang apa yang ada di sana untuk sekadar menjadi sebuah pemahaman bahwa kita pernah berada dalam situasi yang tidak pernah kita duga.

Saya menemukan sebuah pocket diary milik almarhum Mama. Saya membaca beberapa lembar catatan harian beliau dan tiba-tiba merasa bertambah kagum padanya karena perjalanan beliau memang tidak mudah dan saya tidak boleh menyalahkan takdir. Mungkin beberapa penggalan kisah beliau akan saya jadikan inspirasi menulis. Secara keseluruhan yang terjadi pada Mama, akan saya jadikan pegangan dan pemahaman bahwa menjadi single parents itu sangat “menguras” perasaan dan pikiran, menjadi orangtua itu adalah proses belajar seumur hidup.

Beberapa kenangan hadir dalam benak saya hingga banyak hal membuat saya berpikir juga merenung. Ya, perjalanan hidup seseorang menciptakan kenangan yang dilahirkan oleh waktu. Mungkin rasa perih di luka lama yang saya sentuh ini akan terasa lagi, tetapi saya ingin menjadi lebih kuat menanggung rasa ini dari pada hari kemarin. Saya mencoba menikmati setiap episode hidup dan membingkai kenangan-kenangan dengan pigura hikmah nan mewah.

A box of memories can cure every feelings we’ve been trough. Just tie it up with a really nice ribbon for you to understand and keep it inside.

3 thoughts on ““A Box of Memories”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s