“Antar Jemput”

kaka bobo pake sragam

“Jangan pernah mengeluh saat mengantar dan menjemput si buah hati.”
Itu kalimat yang selalu saya teriakan dalam hati. Ada saat di mana saya merasa sensitif ketika kaki ini terasa sakit saat berjalan mengantar anak ke sekolah yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki. Saya teringat Mama, mungkin rasa sakit beliau lebih dari saya.

Pikiran saya menerawang jauh ke depan, melihat anak perempuan saya dengan seragam putih abu-abu, lalu waktu seakan melesat cepat. Tiba-tiba anak gadis ini sudah memakai baju toga. Mungkin bayangan seperti ada dalam benak setiap orangtua. Membayangkan bagaimana nanti saya masih juga mengantar dan menjemputnya sekolah. Tapi akan ada saat di mana dia akan mampu pergi dan pulang seorang diri, entah kapan.

Saya ingin tetap bisa mengantar dan menjemputnya selama saya mampu karena rasa khawatir selalu datang. Meski dia telah menemukan teman hidup, saya tetap dengan tangan dan hati yang terbuka ingin mengantar dan menjemputnya dalam makna yang lain. Tugas mengantar dan menjemput bukan hanya semasa dia sekolah, tetapi selama kita hidup. Saya harus mampu mengantarkannya ke gerbang masa depan, dan menjemput impiannya yang dia ukir dari sekarang. Semoga, saya mampu…

3 thoughts on ““Antar Jemput”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s