“Sepasang Sepatu Ungu”

Sepatu Puga

Sepatu Puga

Anak perempuanku ini tiba-tiba jatuh hati pada sepasang sepatu lucu di deretan rak sebuah outlet sepatu. Pada awalnya sih, ia ingin sepatu sandal warna pink, tapi ukuran yang dibutuhkannya tak tersedia. Si ungu ini, sejenak membuatku termangu dan berkata dalam hati, “Mom, I believe you have the same choice with your granddaughter.”
Ya, warna ungu selalu identik dengan Mama. Anakku mulai memilih nuansa ungu, mungkin karena di sepatu itu tetap ada sentuhan pink. Tentang ungu, aku teringat momen di mana aku memilihkan sandal kulit untuk Mama saat aku mempersiapkan pernak-pernik pernikahanku dulu. Sandal kulit ungu berjodoh dengan Mama dan sandal itu menjadi sandal favoritnya. Hal paling membahagiakanku adalah uang dari hasilku bekerja bisa menghadiahkan sandal itu untuk Mama.

Setiap pasang alas kaki memiliki cerita tersendiri di hati, begitu juga dengan sepatu ungu anak perempuanku. Aku membayangkan bagaimana saat ia beranjak remaja nanti, apakah ia masih meminta pendapatku untuk memilih sandal atau sepatunya? Aku dulu selalu sharing sandal dan pernak-pernik anak perempuan bersama Mama. Setiap langkah kaki anakku selalu akan menjadi irama riang di hatinya terlebih jika alas kakinya baru. Akupun akan merasa senang jika barang pilihan hatinya bisa ia pakai sesering ia suka.

Mungkin pada suatu saat nanti, ia akan memilih seseorang untuk berjalan bersamanya menurut kata hatinya, lalu menjalin sebuah hubungan yang indah dan harmonis seperti sepasang sepatu yang manis miliknya kemarin. Mereka akan beriringan melangkah bersama dan memaknai setiap langkah itu dengan kasih sayang dan pengertian tulus seperti Papa dan Mamanya lakukan setiap saat.

Terkadang hal perlu aku mengerti hanya langkah kaki yang selalu ada kanan dan kiri. Keduanya akan selalu bergantian menghiasi perjalanan hingga ke tempat tujuan menuju helaian impian. Aku ingin anak perempuanku perlahan memahami bahwa langkah kakinya masih sangat panjang hingga ia memerlukan beberapa pasang sepatu dan sandal yang mengiringinya. Aku ingin ia tetap percaya pada satu tambatan, Tuhan Yang Maha Kuasa yang akan menunjukkannya pada ketetapan pilihan dalam kehidupan.

4 thoughts on ““Sepasang Sepatu Ungu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s