“Kopi dan Kamu”

cappucino

Berkali-kali kamu melarangku minum kopi terlalu sering, dan itu malah membuatku semakin ketagihan. Aku hanya bisa tahan dua minggu saja tidak minum kopi. Aku kembali menikmati secangkir dan cangkir berikutnya setiap hari, lalu aku sadar bahwa aku kecanduan kopi.

Mungkin kopi seperti dirimu yang selalu membuatku selalu butuh kamu. Rasa-rasa ketika berada di dekatmu dan buaianmu itu yang membuatku nyaman hingga mampu menciptakan aura bahagia tak terkira. Dia menebarkan aroma yang begitu menggoda hati untuk tetap menyeduhnya lagi dan lagi. Sehari tanpa kopi itu seperti sehari tanpamu. Aku tidak bisa meninggalkan kopi, dan sangat tak bisa berpaling darimu.

Ketika air keruh kopi yang nikmat itu menjalar ke pencernaanku, dia membuat ketenangan jiwa dan kreativitas hadir luar biasa. Kamu selalu aku butuhkan agar aku bisa berjalan dengan nyaman selayaknya teman. Sebagian orang mungkin akan terjaga karena meminum kopi. Ya, akupun terjaga karena cintamu. Namun aku tetap akan mengantuk jika kamu butuh peluk karena kamu tak akan mengajakku masuk ke dalam mimpi buruk.

Ya, kopi itu kamu. Ijinkan aku untuk selalu menyeduhmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s