“Dear, Stillo…”

Dear Stiletto Book,
Aku masih ingat saat pertama kali bertemu denganmu. Waktu itu tahun 2011 di sebuah mal di Bandung. Kamu sedang mengadakan acara peluncuran buku “A Cup of Tea for Single Mom”. Aku bersama teman-teman komunitas menulis hadir di sana sebagai undangan. Sekilas aku belum terlalu yakin apakah penerbit Stiletto Book adalah penerbit yang cocok untuk penerbitan buku perempuan karena yang ku tahu kala itu hanya logo sepatu berwarna merah. Ya, sepatu berhak tinggi memang sangat dekat dengan perempuan. Saat memakainya, si perempuan akan merasa lebih sexy.

Entah mengapa, aku tiba-tiba merasa bahwa naskahku akan berjodoh dengan kamu, Stillo. Beberapa naskah curahan hati tentang perjalanan menuju usia tiga puluh, termasuk puisi yang pernah aku posting di blog pribadi, akhirnya aku coba kirimkan ke email Stiletto Book.

Dua minggu kemudian, email-ku mendapatkan jawaban positif, dan kamu meminta aku mengirimkan hardcopy naskah. Betapa senangnya aku saat itu. Ya, hanya senang. Belum terbayang dalam benakku naskah setebal seratus halaman itu akan menjadi buku jenis apa, yang jelas naskah itu sangat ‘menyentil’ perasaan dan pikiran sang editor, Mbak Herlina Dewi.

Komunikasi dengan editor, mbak Herlina Dewi terus terjalin melalui email dan chat. Seluruh konsep buku dan editing dikomunikasikan dengan nyaman. Sampai pada saat yang lebih mengharukan lagi adalah saat aku mendapatkan email yang isinya calon cover buku. Aku sempat bingung memilih mana yang lebih oke. Akhirnya, pilihan jatuh pada cover bergambar gelas wine dengan kain satin merah menjuntai karena menurutku, juga editor, keduanya mewakili warna perempuan dan perayaan kedewasaan.

Tiba saat kabar pencetakan buku, ternyata ada sedikit mis-komunikasi dengan mbak Dewi. Aku sempat geram padamu Stillo karena hal itu mengakibatkan kurang baiknya tampilan isi dan kemasan buku. Namun, aku mendapatkan pengalaman berharga dari sana bahwa membuat buku tak semudah mengecat kuku. Semua langkah pembuatannya memerlukan kesabaran dan pada akhirnya menimbulkan mindset ‘jangan pernah puas dengan sebuah karya’. Bulan Desember 2011 menjadi momen tak terlupakan dalam hidupku karena “Amazing 30-Melewati Usia 30 dengan Senyuman” karya perdanaku diterbitkan untuk mewarnai hati sang editor yang ramah dan seluruh pembaca se-Indonesia khususnya perempuan.
Aku berharap di tahun-tahun mendatang Stiletto Book tetap bisa menyajikan dunia yang perempuan butuhkan dalam bentuk Fiksi dan Non Fiksi. Semoga distribusi buku ke toko-toko buku pun bisa lebih baik.

Sejauh ini, buku-buku yang sudah pernah aku baca terbitan Stiletto Book antara lain: Dunia Trisa (Eva Sri Rahayu), Black Angel (Indah Hanaco), Dear Friend with Love (Nurilla Iryani), Honeymoon Destination (Judith Hutapea), A Cup of Tea-Complicated Relationship, A Cup of Tea for Single Mom.

Terimakasih Stiletto Book, telah menjadi jodoh buku solo pertamaku “Amazing 30-Melewati Usia 30 dengan Senyuman”. Banyak cerita yang bisa ku ukir bersamamu, Stillo. Namun, tak semuanya dapat disaksikan dunia.
Semoga Stiletto Book menjadi penerbit buku perempuan yang semakin menawan.

With Love,
“The Amazing 30”
BetaKun Natapradja