Review Novel “Pre Wedding Rush”

Foto cover taken from goodreads.com

Foto cover taken from goodreads.com

  • Judul            : Pre Wedding Rush
  • Penulis         : Okke ‘Sepatu Merah’
  • Cetakan        : I, Desember 2013
  • Penerbit        : Stiletto Book, Yogyakarta.
  • Tebal            : 204 Halaman
  • Genre           : Romance Dewasa

Kesan pertama yang ada di benak saya saat membaca judul novel ini adalah persiapan pernikahan yang terburu-buru. Sampulnya didominasi warna merah dan merah muda, ilustrasi mirip batik dengan gambar perempuan bergaun pengantin putih diapit oleh dua orang laki-laki. Sebuah quote dari Dave Meurer di halaman pembuka tertera “A great marriage is not when ‘perfect couple’ comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy the differences.”

Bab pertama dibuka dengan suasana di sebuah toko kue kuno “Sumber Hidangan” (Snoephuis) di kawasan jalan Braga, Bandung. Tempat ini memberi kesan manis dan penuh kenangan. Penulis berhasil menyajikannya dengan menarik karena paduan lompatan-lompatan dialog yang dibangun pada tokoh utama, Menina Putri Amanda, dengan Lanang Andreadi Kusumo (mantan pacar Menina). Julukan ‘Femme Metale’ bagi Menina dan ‘Chaos Seeker’ bagi Lanang sangat mewakili karakter mereka.

Konflik di dalam novel ini cukup beragam. Selain dari tokoh utama, Menina dan Dewo (calon suami Menina), hal yang berhasil membuat saya penasaran untuk terus membaca bab berikutnya adalah petualangan Lanang bersama Menina, serta intrik yang terjadi antara Lanang dan Ayako. Shocking chapter juga hadir di salah satu bab berjudul “5.9”. Di bab ini, setiap adegannya lumayan menguras emosi pembaca. Bab lain juga menghadirkan obrolan Menina dan Agnes, sahabatnya, yang menjadi warna tersendiri dalam novel ini.

Saya menemukan tampilan font yang terlihat lebih kecil dibandingkan yang lainnya di halaman 90 dan 114. Namun hal itu tak mengurangi alur cerita. Bahasa yang digunakan ringan dan santai, alur ceritanya cukup nyaman untuk dipahami. Bagian yang paling saya sukai adalah suasana desa tempat Rumah Mitra Muda, semacam sanggar kreatif milik Sigit dan Ayako (teman Lanang), di Yogyakarta.

Sampai di akhir cerita, dugaan saya ternyata salah tentang laki-laki pilihan Menina. Siapakah yang Menina pilih? Lanang atau Dewo? Silakan simak sendiri ceritanya di novel ini.

Saya mengambil satu pemahaman dari cerita dalam novel ini, bahwa siapapun tak bisa lepas dari kenangan cinta masa lalu. Hidup harus berjalan ke depan dan berpikir bahwa kenyataan di depan lebih membutuhkan ketulusan hati yang luas agar bisa menerima dan memahami makna cinta dalam pernikahan.

Novel ini tersedia di toko buku utama di kotamu atau bisa dibeli di sini : http://www.stilettobook.com/index.php?page=buku&id=40
This book is recommended for you, pre wedding galauers! Happy reading!🙂

Oh iya, kalau boleh saya memilih jenis sepatu untuk para tokoh dalam novel ini, pilihan saya adalah :

–        Menina    : Sneakers

–        Lanang    : Leather Boots

–        Dewo       : Pantofel

–        Agnes      : High heels

–        Sigit         : Kanvas shoes

–        Ayako      : Flat shoes

2 thoughts on “Review Novel “Pre Wedding Rush”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s