“Petasan Ramadhan”

Foto "Petasan" taken from : www.merdeka.com

Foto “Petasan” taken from : http://www.merdeka.com

Suara petasan selalu menghiasi awal bulan Ramadhan sejak saya kecil dulu. Bahkan hampir setiap hari puasa selalu ada suara petasan hingga mengganggu kenyamanan beribadah shalat Tarawih. Anak-anak yang menyulutnya kerap dilakukan di sekitar masjid. Kenapa harus petasan? Kenapa nggak bedug atau yang lain? Tradisi di beberapa dalam menyambut Ramadhan pun berbeda-beda. Namun seringkali tetap saja diwarnai aksi membakar petasan.

Pedagang petasan memang kerap hadir menjelang Ramadhan. Walaupun katanya dilarang oleh pihak berwajib namun tetap saja setiap tahun selalu ada. Jika dipikir dengan logika, anak-anak membelinya dengan uang. Itu berarti mereka seolah membakar uang begitu saja dalam sekejap. Mungkin atas nama kesenangan. Saya pribadi sewaktu kecil hanya berani menyulut kembang api karena kesenangan. Melihat pijaran apinya di malam hari itu kelihatannya indah lalu ingin menyulutnya lagi dan lagi sampai habis satu bungkus.

Petasan sepertinya disukai anak-anak, remaja, dan dewasa. Padahal apa sih, manfaatnya? Ini hanya sudut pandang saya sebagai seorang ibu dan sebagai orangtua. Sempat terpikir dalam benak saya, bagaimana kalau tradisi membakar petasan itu diganti saja dengan tradisi lain yang lebih mendidik, misalnya, kegiatan membuat kerajinan dari barang bekas atau barang kreatif lainnya lalu dijual di bazar Ramadhan di lingkungan RW setempat. Itu bisa lebih mengasah kreativitas dan menghasilkan. Ada ide lain untuk menghilangkan tradisi membakar petasan? Kesenangan terhadap sesuatu memang ada masanya. Akankah suara petasan di hari-hari Ramadhan usai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s