“Being Thirty Five”

Screen Capture from Google

Screen Capture from Google

Hari ini saya bahagia mendapatkan beberapa pesan yang berisi ucapan ‘Selamat Ulang Tahun’. Rasanya baru kemarin saya menulis tentang perempuan usia tiga puluhan (Amazing 30-Melewati Usia 30 dengan Senyuman). Ada satu ucapan dari seorang teman yang membuat saya tersadar bahwa usia saya di dunia telah berkurang. Namun secara keseluruhan isi dari ucapan-ucapan itu mendoakan agar kebahagiaan dan keberkahan senantiasa menyertai saya.

Ya, bahagia. Itu saja. Tak perlu perayaan khusus. Bukan hanya bahagia dalam hal materi tetapi bahagia rohani. Kenikmatan dalam melakukan ibadah, itu sebuah kebahagiaan yang tak ternilai. Kenikmatan dalam bertukar pikiran bersama pasangan tentang rancangan langkah-langkah kehidupan, itu pun kebahagiaan. Terlebih saat melihat anak gadis saya tumbuh dan ‘dewasa’ di usianya yang masih dini, itu adalah kebahagiaan yang membuat hidup lebih ceria dan semangat. Persahabatan yang telah terjalin cukup lama, itu pun suatu kebahagiaan.

Namun di setiap rasa bahagia selalu ada ritme lain yang mengganggu, seperti kecewa, sedih, khawatir, dan pikiran negatif lainnya. Terutama saat mendapatkan kabar yang kurang mengenakkan dari salah satu anggota keluarga dan saya tidak mampu berbuat apa-apa selain berdoa. Ya, perjalanan hidup itu memang tak pernah lurus saja dan selalu bertemu dengan jalan berkelok juga terjal. Sampai saya di usia ini, saya merasa lebih menerima keadaan yang Allah berikan walau sebagai manusia tetap selalu dihantui keinginan-keinginan dunia yang berlebihan.

Menerima keadaan dalam hidup bukan berarti saya diam dan hanya menengadahkan tangan pada Sang Khalik, tetapi bagaimana saya memahami kemampuan dan usaha yang bisa saya lakukan menuju sebuah harapan bersama pasangan. Saat hadir keinginan memiliki rumah yang kondisinya lebih baik daripada sebelumnya, Allah menunjukkan jalan itu dengan cara-Nya. Saya dan pasangan sempat tak bisa mengerti dan mengucap syukur atas keajaiban itu. Dari pengalaman ini saja, saya menyadari bahwa keajaiban hadir bukan tanpa ikhtiar. Begitu banyak penggalan keajaiban yang terjadi dalam hidup saya.

Hal-hal menakjubkan pun terjadi saat saya menjadi ibu. Namun di usia ini, saya merasa belum mampu bersikap dewasa. Selalu ada ‘soal-soal kehidupan’ yang harus bisa saya jawab sendiri seiring langkah kaki saya hingga membuat saya belajar memahami diri sendiri, melaksanakan tanggung jawab saya, dan berusaha memprioritaskan kebutuhan sang buah hati di atas segala keinginan pribadi.

Saya sangat beruntung di usia ini, luka-luka yang pernah menyayat jiwa saya perlahan sembuh , dan saya merasa lebih ‘sehat’. Itu terjadi bukan tanpa pertolongan Allah. DIA Maha Penyayang. Pertemanan yang baik, perilaku pasangan yang sangat menghormati saya sebagai wanita, dan doa dari orang-orang yang menyayangi saya.

Selalu terbersit pemikiran, bagaimana jika saya nanti dipanggil Allah? Saya merasa belum banyak bekal. Secepat kilat saya berusaha mensyukuri apa yang telah saya miliki, lalu terbayang sebuah senyum wajah gadis kecil saya yang telah beranjak dewasa dan dari pancarannya itu terlihat kesiapan dirinya untuk  saya tinggalkan.

Saya berpikir ulang lagi dan mencoba mengerti bahwa saya hidup untuk menanamkan harapan pada gadis kecil ini. Amanah Allah yang menjadi tugas besar saya agar mampu mempersiapkan senyumannya. Saya tidak bisa melakukannya sendiri. Pasangan menjadi orang yang mampu menjadi pengingat tugas itu dan Sang Pencipta yang selalu menjadi penuntun saya jika saya tetap bertakwa.

Harapan saya di usia ini hanya ingin mempertahankan keseimbangan hidup agar mampu menjalani hidup ke depan dengan hati tenang dan berpikir ke arah yang lebih baik. Being thirty five is an adventure tobe more mature.

2 thoughts on ““Being Thirty Five”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s