Review Novel “Broken Vow”

Judul                : “Broken Vow”

Penulis             : Yuris Afrizal

Penerbit          : Stiletto Book

Cetakan           : 1, Agustus 2015.

Tebal               : 270 Halaman

ISBN                 : 978-602-7572-41-6

Genre              : Romance (Dewasa)

Harga              : Rp52.000,00

Novel 'Broken Vow' dan segelas milk tea strawberry. (foto : dokumen pribadi)

Novel ‘Broken Vow’ dan segelas milk tea strawberry.
(foto : dokumen pribadi)

 

Masalah dalam kehidupan kaum Hawa memang selalu menarik untuk dikaji. Salah satu masalah krusialnya hadir dalam kemasan novel terbitan Stiletto Book ini. Pernikahan memang sebuah hal penting bagi kehidupan perempuan, bukan? Namun zaman sekarang, hal itu bukan lagi menjadi tujuan utama setiap perempuan karena hidup melajang bisa saja menjadi pilihan yang lebih baik.

Tag line yang tertera di sampul depan novel ini, ‘Tiga Sahabat. Tiga Pernikahan. Tiga Luka.’ Tiga orang perempuan duduk bersama, itu semacam kode bahwa isi cerita di novel ini adalah tentang mereka, Nadya, Amara, dan Irena.

Bagian awal novel “Broken Vow” ini menyajikan gambaran bagaimana tokoh Nadya, pemilik karir cemerlang, sedang merenung sejenak sebelum dia menjalani gerbang kehidupan barunya. Kalimat, “Kenapa kita harus menikah?” berhasil menarik minat saya sebagai pembaca untuk membaca paragraph selajutnya. Balutan pernak-pernik calon pengantin perempuan tersaji jelas di bab ini serta obrolan bersama dua sahabat Nadya menjelang prosesi akad nikah. Keresahan yang dihadapi Nadya mewakili perasaan yang pasti dialami setiap perempuan yang hendak menikah.

Sang penulis menggunakan alur maju dan mundur sehingga pembaca mampu memahami apa yang terjadi dengan para tokoh di dalam ceritanya. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang ringan dan istilah-istilah khas obrolan perempuan dewasa. Dialog-dialog yang dibangun antar tokoh sangat atraktif dan membuat emosi pembaca terbawa hanyut ke dalamnya. Saya sendiri sempat berkaca-kaca membaca kisah Nadya yang tengah kesulitan mengatasi perasaannya yang kacau karena tidak mencintai Dion, laki-laki yang dia nikahi. Ditambah lagi dengan hal-hal menyakitkan yang dialami dua sahabat Nadya. Semuanya menimbulkan sesak di dada. Konflik dari ketiga tokoh perempuan dalam novel ini (Nadya, Amara, dan Irena) sangat dekat dengan kehidupan perempuan. Kenyataan yang seringkali menghiasi keseharian dalam kehidupan pernikahan mereka tersaji jelas. Saya salut pada penulis yang mampu membuat konflik di tokoh utama maupun tokoh-tokoh pendukungnya.

Tokoh perempuan favorit saya di novel ini, Amara, karena dia berani memutuskan apa yang menurutnya baik bagi dirinya dan berpegang teguh pada prinsipnya walau suaminya (Nathan) seolah ingin menebus segala kesalahan. Bagian adegan yang saya sukai adalah saat Amara mencoba beberapa pakaian di kamarnya untuk menarik perhatian Nathan. Satu lagi, bagian di mana Amara membakar semua foto-foto kenangan keluarganya bersama Nathan di rumahnya.

Tokoh laki-laki favorit saya adalah Dion, karena sebagai laki-laki, dia mampu membuktikan cintanya dengan segala usahanya pada Nadya dengan tulus. Saya sangat menyayangkan sikap Leo (mantan kekasih Nadya), rasanya ingin menonjok wajahnya saat membaca kalimat-kalimat yang dilontarkannya pada Nadya.

Kalimat favorit saya di bagian Epilog :

“Tidak ada hidup yang sempurna. Hidup itu pilihan, begitu juga dengan kebahagiaan.” (hal.270)

Novel ini membuat saya sadar bahwa harta, tahta, cinta, dan persahabatan memang tak pernah lepas dari kehidupan perempuan. Pesan moral yang disampaikan penulis cukup banyak tersirat dari sikap para tokoh dalam menangani masalahnya. Secara keseluruhan, tulisan cukup jelas terbaca, minim typo, dan desain sampul menarik. Novel ini sangat pas untuk bacaan di waktu luang dan sangat sesuai bagi para perempuan cosmopolitan.This novel is recommended ! 😉

Sampul Belakang

Sampul Belakang

Sampul Depan

Sampul Depan

3 thoughts on “Review Novel “Broken Vow”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s