Saya Tidak Takut ke Dokter Gigi (1)

foto : dokumen pribadi

foto : dokumen pribadi

Awalnya, kedatangan saya ke dokter gigi di sebuah rumah sakit umum adalah hanya untuk membersihkan karang gigi yang sudah terlihat parah. Saya sempat mengingat momen kapan terakhir kali ke dokter gigi. Mungkin 2 atau 3 tahun lalu. Itupun hanya karena sakit gigi geraham belakang. Sakitnya hingga menyebabkan sakit kepala sebelah. Begitulah kebanyakan orang pergi ke dokter gigi karena sakit gigi.

Mungkin Anda juga begitu. Setelah rasa nyeri dan sakit kepala itu hilang, lupa deh, untuk kembali ke dokter gigi. Waktu itu dokter menyarankan, “Gigi geraham harus dioperasi, karena tempat tumbuhnya tidak memadai jadi harus dibuang atau nanti akan sakit lagi.”

Membayangkan ruang operasi saja saya sudah ngeri! Saya takut banget kalau harus operasi. Hal ini tidak saya lakukan. Ternyata memang tidak lagi timbul gejala nyeri di gigi geraham itu hingga hari ini. Jadi saya pikir tidak perlu menjalankan operasi.

Beberapa hal yang saya rasakan sebelum karang gigi dibersihkan, antara lain : gusi berdarah setiap kali menggosok gigi, gusi terasa panas, dan terkadang ngilu jika sedang mengunyah makanan.

Beruntung saya memakai BPJS sehingga proses pembersihan karang gigi bisa dijamin. Perlu diingat sebelum dokter menangani hal ini, berkas pasien pengguna BPJS dari bagian pendaftaraan di poli Gigi harus di-acc terlebih dulu di BPJS Center. BPJS hanya memberikan manfaat ini setahun sekali saja. Jika dokter menyarankan untuk pembersihan tahap kedua maka harus menggunakan biaya sendiri sebesar Rp.67,000,00. Jika terdapat masalah gigi dan dokter meminta Anda untuk melakukan rontgen Panoramix. Rontgen jenis ini dijamin oleh BPJS. Hasil rontgen biasanya bisa diambil di hari berikutnya (maksimal pengambilan hanya tiga hari).

Setelah dokter umum membaca hasil rontgen Panoramix, saya disarankan untuk menemui dokter spesialis Orthodontie. Pertemuan dengan dokter spesialis ini tidak dijamin oleh BPJS. Pendaftaran di antrean dokter sp. ortho dikenakan biaya sebesar Rp.20,000,00 (dua puluh ribu rupiah). Dokter spesialis akan meminta Anda untuk melakukan rontgen Cepalometrix sebelum melakukan analisa untuk pemasangan behel pada pasien. Ini di luar jaminan BPJS sehingga dikenakan biaya sebesar Rp.54,000,00 (lima puluh empat ribu rupiah). Hasil rontgen dapat ditunggu.

Alat Rontgen Panoramix & Cepalometrix (foto : dokumen pribadi)

             Alat Rontgen Panoramix & Cepalometrix (foto : dokumen pribadi)

 

Beberapa hal perlu diperhatikan saat pendaftaran di RSUD untuk pengguna BPJS :

  1. Surat rujukan ASLI dari Puskesmas atau Rumah Sakit lain. Perhatikan periode surat rujukannya (biasanya 1 bulan) karena terdapat kemungkinan Anda untuk kembali lagi ke rumah sakit sesuai petunjuk dokter.
  2. KTP (asli) serta fotokopinya (fotokopi KTP 2 lembar akan diminta saat pengambilan hasil rontgen Panoramix / fotokopi Kartu Keluarga (untuk pengguna Jamkesmas).
  3. Kartu BPJS ASLI serta fotokopinya (2 lembar)
  4. Fotokopi surat rujukan (2 lembar)
  5. Kartu pasien rumah sakit. Jika belum memiliki kartu ini, Anda bisa mendaftarkan diri langsung di bagian pendaftaran poli yang Anda tuju. Kartu akan langsung dibuat. Bawa selalu kartu ini setiap Anda hendak berobat ke rumah sakit tersebut.
  6. Jika ada hal yang belum Anda ketahui tentang manfaat apa saja yang bisa dijamin oleh BPJS, Anda bisa langsung ke BPJS Center yang ada di RSUD tersebut.
  7. Perhatikan jam pengambilan nomor antrean.
    Kini sistem nomor antrean telah menggunakan komputer layar sentuh. Jika belum mengetahui prosedur pemakaiannya, Anda bisa menanyakan pada pusat informasi atau Satpam yang sedang bertugas. Rumah sakit tempat saya berobat (RSUD kota Bandung – Ujungberung) telah menyediakan layanan permintaan nomor antrean via SMS. Ada format SMS tertentu yang harus diketik, bergantung pada poli apa yang akan Anda tuju. Anda akan mendapatkan jawaban SMS yang berisi nomor urut antrean serta jam kehadiran. Pengguna layanan SMS ini harus sudah memiliki kartu pasien RS setempat.

 

*Bawalah selalu persyaratan di atas setiap kali Anda berobat ke RSUD. Jika sewaktu-waktu ditanyakan oleh petugas administrasi, berkas Anda telah siap.

 

Bersambung ke bagian 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s