Saya Tidak Takut ke Dokter Gigi (2)

Proses pembersihan karang gigi biasanya akan memerlukan waktu beberapa kali pertemuan tergantung pada tingkat keparahan karang gigi pasien. Saya sendiri sudah melakukan dua kali pertemuan untuk hal tersebut. Rasa ngilu pasti ada saat proses pembersihan dilakukan. Namun lebih baik merasa sakit sekarang daripada sakit berkepanjangan.

Setelah melihat hasilnya, gigi saya lebih bersih namun gusi yang tadinya tertutup karang gigi akan terlihat kemerahan karena radang. Deretan gigi jadi terlihat lebih renggang karena terdorong oleh karang gigi yang menumpuk sekian lama. Saya sudah menduga hal tersebut. Dokter pun menyarankan pemasangan behel. Memang ini akan memerlukan biaya besar karena sama sekali tidak dijamin oleh BPJS. Pemasangan behel termasuk dalam kategori perawatan kecantikan / estetis harus memakai biaya pribadi. Setelah saya tanyakan biayanya sekitar 4-5 juta rupiah. Menurut informasi seorang teman, biaya sebesar itu terbilang murah dibandingkan jika kita melakukannya di tempat praktek dokter gigi pribadi.

Tentu saja proses pemasangannya tidak secepat yang saya duga. Saya memiliki masalah dengan gusi gigi geraham bawah ketiga dari belakang. Dari hasil rontgen pertama, terlihat jelas bahwa ada gusi gigi geraham saya yang agak turun / rusak lagi-lagi penyebabnya adalah karang gigi dan cara menggosok gigi yang salah.

Berikut ini cara menggosok gigi yang benar :

Petunjuk Cara Menggosok Gigi yang Benar (foto : dokumen pribadi)

             Petunjuk Cara Menggosok Gigi yang Benar (foto : dokumen pribadi)

  1. Sikatlah semua gigi rahang atas dari arah gusi ke gigi dengan gerakan memutar (roll technique).
  2. Untuk gigi bawah sikatlah juga dari gusi ke gigi.
  3. Jangan lupa menyikat permukaan gigi dekat langit-langit dan lidah dengan gerakan dari dalam ke arah luar.
  4. Sikatlah permukaan kunyah gigi ke arah depan dan belakang.
  5. Perhatikan permukaan gigi yang menghadap pipi, sikatlah perlahan dengan gerakan memutar.
  6. Akhiri berkumur dengan segelas air bersih. Jika perlu, pakailah obat kumur.

 

Dokter Sp.Orthodontie memeriksa gigi geraham saya dan menyarankan untuk mempertahankan gigi itu karena giginya masih melekat kuat.  Nanti akan dianalisa kemudian di pertemuan berikutnya, apakah di bagian gusi tersebut masih ada jaringan atau tidak, dan bisa dilakukan pembersihan khusus dengan cara ‘dikorek’. Mendengar kata itu, saya kembali merasa ngilu. Proses pembersihan karang gigi saja sudah membuat gusi saya cenat-cenut, eh.. malah harus ada tahapan ini juga. Namun saya harus sabar mengikuti prosedurnya.

Tiba di minggu berikutnya, dokter mengecek kembali kondisi gigi geraham saya. Dokter tidak berkomentar apapun. Saya me-rewind perkataan dokter, “Dokter, saya mau cetak rahang.”

Perawat menyiapkan keperluan cetakan. Bahan berupa pasta berwarna ungu dengan aroma mint diwadahi ke sebuah cetakan rahang gigi lalu dokter memasukkannya ke dalam mulut saya. Cetakan ditekan ke rahang atas terlebih dulu dan menunggu kira-kira 5 menit hingga adonan pasta ungu itu sedikit mengeras, lalu dokter mengeluarkannya. Dokter melakukan hal yang sama untuk rahang bagian bawah. Cetakan tersebut nanti akan menjadi bahan pembelajaran dokter dalam pemasangan behel.

Dokter kembali mengecek apakah karang gigi saya sudah benar-benar bersih. Pembersihan akan dilakukan lagi sebelum dokter memasang benda mirip karet gelang kecil yang disebut separator. Benda itu diletakkan di sela-sela di graham atas dan bawah. Hal ini dilakukan untuk tempat di mana kawat behel akan dililitkan nanti.

Pemasangan separator (warna biru) di sela-sela gigi geraham (foto : dokumen pribadi)

Pemasangan separator (warna biru) di sela-sela gigi geraham (foto : dokumen pribadi)

 

Dokter mengatakan, “Jika terasa sakit, minum obat Ponstan. Setelah seminggu, ibu ke sini lagi.”

“Dokter, kalau ngunyah makanan gimana? Takut copot.” Gigi gerahama saya mulai terasa kurang nyaman.

“Paksakan saja mengunyah, ya?” ujar dokter.

Benar saja apa yang saya khawatirkan itu terjadi.

 

Bersambung ke bagian 3

8 thoughts on “Saya Tidak Takut ke Dokter Gigi (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s