Filed under my journal

Blogger Bukan Sekadar “Udar-ider”

Sabtu, 5 September 2015, saya menghadiri acara Fun Blogging dengan tema “Dari Hobi Menjadi Profesi” di gedung Grapari Telkomsel Digilife, Dago, Bandung. Saya mengetahui acara ini dari jejaring sosial Facebook. Info tersebut di-share oleh mbak Shinta Ries, founder Blogger Perempuan. Sponsor yang mendukung acara Fun Blogging 6 “Dari Hobi Menjadi Profesi” adalah Telkomsel Digilife ‘Be Fun … Continue reading

“Review Album CD Marcell – ‘Jadi Milikku'”

  Untuk ke sekian kalinya, saya mendapatkan hadiah CD music dari sebuah restoran cepat saji. Kali ini saya beruntung mendapatkan album CD Marcell, penyanyi pria favorit saya. Sebelum album ini, saya pernah mendapatkan album Platinum Playlist CD-Marcell Siahaan. Saat pertama melihat covernya, keren! Nuansa oren dengan tulisan warna putih Marcell. Di dalamnya terdapat catatan lirik lagu-lagu … Continue reading

“Being Thirty Five”

Hari ini saya bahagia mendapatkan beberapa pesan yang berisi ucapan ‘Selamat Ulang Tahun’. Rasanya baru kemarin saya menulis tentang perempuan usia tiga puluhan (Amazing 30-Melewati Usia 30 dengan Senyuman). Ada satu ucapan dari seorang teman yang membuat saya tersadar bahwa usia saya di dunia telah berkurang. Namun secara keseluruhan isi dari ucapan-ucapan itu mendoakan agar … Continue reading

“Tukang Sayur yang Jujur”

Suatu pagi di lingkungan sekitar rumah keduaku terdengar teriakan, “Yur!” Suara motor berhenti di tetangga sebelah. Aku segera keluar rumah dan menghampiri tukang sayur. Tukang sayur dengan senyum ramah mempersilakan aku untuk memilih. Aku selalu bingung saat memilih karena apa yang tersedia di sana hanya bahan-bahan yang tersisa dari pembeli sebelumnya. Alhasil, menu masakan yang … Continue reading

“Gadis 10 Tahun”

Rasanya baru kemarin, aku melahirkannya di waktu shubuh, 22 Juni 2005. Parasnya sangat cantik berbulu mata lentik. Kulitnya putih bersih. Tubuhnya sehat dan bulat. Aku bahagia menerima anugrah-Nya walau kondisi perekonomian keluarga dalam keterbatasan. Neneknya setia menemani selama berada di rumah bersalin walau terkantuk-kantuk. Papanya mengazaninya dengan penuh rasa syukur. Aku semakin mengerti bagaimana tahapan … Continue reading

“Shalat sebagai Penyelamat”

Setiap muslim telah mengetahui bahwa identitas diri sebagai seorang muslim adalah melakukan shalat. Sekadar untuk berintrospeksi diri mengenai makna shalat bagi saya pribadi, saya merasakan manfaat besar dari shalat. Namun manfaat yang saya rasakan memiliki tahapan-tahapan mirip anak tangga yang saya tapaki ketika saya ingin menggapai sesuatu di atas sana. Entah mulai usia berapa saya … Continue reading

“Godaan Kartu Sakti”

Suatu siang, kami bertiga mengunjungi sebuah mal besar yang baru saja dibuka. Letaknya dekat dengan tempat tinggal kami. Beberapa barang yang kami perlukan telah kami pilih dan memenuhi keranjang. Tiba di kasir, sang kasir menanyakan kartu kredit. Saya jawab, “tidak ada.” Dalam benak saya, “Kenapa harus pakai kartu kredit sih, dengan iming-iming diskon sekian persen? … Continue reading

“Petasan Ramadhan”

Suara petasan selalu menghiasi awal bulan Ramadhan sejak saya kecil dulu. Bahkan hampir setiap hari puasa selalu ada suara petasan hingga mengganggu kenyamanan beribadah shalat Tarawih. Anak-anak yang menyulutnya kerap dilakukan di sekitar masjid. Kenapa harus petasan? Kenapa nggak bedug atau yang lain? Tradisi di beberapa dalam menyambut Ramadhan pun berbeda-beda. Namun seringkali tetap saja … Continue reading

“Ketukan Pintu Menjelang Ramadhan”

Tepat sehari sebelum satu Ramadhan tiba, suami membangunkanku. Waktu itu dini hari, entah pukul berapa. Samar-samar kudengar bisikan suami, “Neng, rasanya tadi terdengar ketukan pintu. Pertanda apa lagi, ya?” Aku masih berusaha membuka mata dan mencoba mencerna kalimat tadi lalu kujawab, “Ah, mungkin dari pintu tetangga sebelah.” Tiba-tiba ingatanku berkelebat pada kejadian kecelakaan sebelas tahun … Continue reading

“Tiga Pasang Sepatu di Hari Minggu”

“Papa, ayo lari!” teriak gadis kecil berambut sebahu pada suamiku. “Jangan cepat-cepat! Nanti Papa ketinggalan,” jawab laki-laki bermata coklat itu diiringi tawa kecil. Aku hanya tersenyum melihat pemandangan itu. Pandangan ku alihkan ke kiri-kanan jalan menuju pegunungan Manglayang. Di sana terbentang kebun singkong, tembakau, dan rerumputan tinggi untuk pakan sapi. Cuaca sangat sejuk walau langit … Continue reading